Soksi  

Misbakhun Dorong Konsolidasi dan Regenerasi SOKSI, Apresiasi 12 Tahun Dewi Asmara Pimpin Wirakarya

Berita Golkar – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI), Mukhamad Misbakhun, menegaskan pentingnya konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan di seluruh organisasi dan lembaga konsentrasi SOKSI untuk memperkuat peran organisasi ke depan.

Pesan tersebut disampaikan Misbakhun saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) VII Wira Karya Indonesia di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Mubes menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi dan revitalisasi organisasi yang dilakukan SOKSI secara bertahap.

“Kemarin kita telah menyelesaikan Musda di Baladhika Karya, hari ini Wira Karya Indonesia, dan besok Wanita Swadiri Indonesia (WSI). Ini bagian dari upaya kita untuk terus melakukan konsolidasi dan revitalisasi, mencari format terbaik untuk regenerasi kepemimpinan,” ujar Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.

Menurut Misbakhun, konsolidasi harus berlangsung secara menyeluruh, baik di tubuh SOKSI maupun lembaga-lembaga konsentrasi yang berada di bawah naungan SOKSI. Langkah itu dinilai penting agar seluruh elemen organisasi dapat bergerak selaras dan memberikan penguatan nyata kepada Partai Golkar.

Ia menyebut konsolidasi yang dilakukan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Bahlil Lahadalia juga harus diikuti dengan penguatan organisasi pendukung di seluruh tingkatan. “Ormasnya terkonsolidasi, lembaga-lembaga konsentrasinya terkonsolidasi, dan itu akan menjadi sebuah konsolidasi besar yang memberikan penguatan kepada Partai Golkar,” kata Misbakhun.

Dalam konteks regenerasi tersebut, Misbakhun memberikan penghargaan khusus kepada Ketua Umum Depipus Wira Karya Indonesia Dewi Asmara yang telah memimpin organisasi selama 12 tahun.

Menurutnya, perjalanan panjang Dewi dalam menjaga eksistensi Wira Karya Indonesia merupakan bagian penting dari sejarah organisasi. Lebih dari itu, kesediaan Dewi membuka ruang bagi pergantian kepemimpinan dinilainya menunjukkan kebesaran hati seorang pemimpin dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Dewi Asmara, tokoh wanita SOKSI yang luar biasa. Dengan segala kebesaran hatinya, beliau bersedia untuk melakukan regenerasi. Beliau 12 tahun memimpin Wira Karya Indonesia dan ini merupakan perjalanan sejarah yang perlu kita berikan penghargaan dan apresiasi,” ujar Misbakhun.

Misbakhun menilai kontribusi Dewi tidak hanya dirasakan di internal Wira Karya Indonesia, tapi juga memberikan penguatan bagi keberadaan SOKSI secara keseluruhan. “Kontribusi Bu Dewi terhadap Wira Karya Indonesia dan SOKSI sangat riil dan konkret. Beliau selalu memberikan penguatan agar eksistensi organisasi tetap hadir dalam sejarah perjalanan kita,” katanya.

Bagi Misbakhun, pergantian kepemimpinan melalui mekanisme organisasi merupakan bagian penting dalam menjaga dinamika dan kesinambungan SOKSI. Regenerasi tidak semata-mata berarti menghadirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memastikan proses tersebut berjalan sesuai mekanisme dan ketentuan organisasi.

“Jiwa besar dan kontribusi Ibu Dewi menjadi teladan bagi penerusnya tentang bagaimana mengisi dan membesarkan Wira Karya Indonesia ke depan. Kita jalankan sekuensi formal organisasi ini agar mekanisme organisasinya berjalan dinamis dan melahirkan kepemimpinan baru,” ujarnya.

Semangat regenerasi itu juga terlihat dari keterlibatan kader muda dalam pelaksanaan Mubes VII. Keterlibatan generasi baru tersebut diharapkan menghadirkan energi segar sekaligus memastikan estafet kepemimpinan dan kaderisasi Wira Karya Indonesia terus berjalan.

Di hadapan kader serta sejumlah tokoh senior SOKSI, termasuk Ketua Dewan Pembina Ahmadi Noor Supit dan Ketua Dewan Pakar Bomer Pasaribu, Misbakhun juga menekankan pentingnya kolektivitas dan kebersamaan dalam membangun organisasi.

Ia sekaligus menegaskan bahwa persoalan dualisme SOKSI menurutnya telah selesai. Misbakhun menyatakan SOKSI di bawah kepemimpinannya memiliki dasar keabsahan yang kuat melalui proses hukum yang telah dijalani.

“Dualisme SOKSI sudah hilang. Meskipun ada pihak yang terus menggugat, kita selalu menang karena kita didukung oleh saksi sejarah, fakta, serta ahli hukum yang kuat. Yang perlu kita bangun sekarang adalah kolektivitas dan kebersamaan,” tegasnya.

Mubes VII Wira Karya Indonesia dihadiri utusan dari 16 Depidar provinsi serta jajaran pengurus Depinas SOKSI. Forum tersebut membahas materi organisasi dan program kerja strategis sekaligus menjadi momentum penetapan kepemimpinan baru Depipus Wira Karya Indonesia untuk periode mendatang.

Melalui Mubes VII, konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta kesinambungan antara generasi senior dan kader muda diharapkan menjadi fondasi bagi Wira Karya Indonesia untuk terus memperkuat perannya di lingkungan SOKSI dan Partai Golkar.