Dewi Yustisiana: Listrik Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi dan Produktivitas Warga

Berita GolkarProgram listrik desa tidak boleh berhenti pada upaya menerangi rumah warga. Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar Dewi Yustisiana menilai, akses listrik harus mampu mendorong produktivitas dan menggerakkan sentra-sentra ekonomi masyarakat di pedesaan.

Menurut Dewi, listrik desa perlu mendukung berbagai sektor usaha warga, mulai dari pertanian, perikanan, tambak udang hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ukuran keberhasilannya bukan hanya dari berapa rumah yang menyala, tapi bagaimana listrik memampukan masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan produksi, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Dewi di Jakarta, Senin (21/9/2026), dikutip dari RM.id.

Dewi menyampaikan hal itu setelah menyerap aspirasi masyarakat di Desa Bumi Pratama Mandira, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Di wilayah tersebut, para petambak udang membutuhkan penguatan jaringan listrik dan tambahan trafo untuk mengoperasikan kincir air serta mesin pendingin (cooler).

Dewi berkomitmen memperjuangkan kebutuhan tersebut agar keterbatasan infrastruktur kelistrikan tidak lagi menghambat produktivitas masyarakat.

Menurutnya, pengembangan kelistrikan di desa juga perlu disesuaikan dengan potensi ekonomi masing-masing wilayah.

Dengan begitu, pembangunan infrastruktur listrik tidak hanya memperluas akses energi, tetapi juga dapat mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Gagasan tersebut, kata Dewi, sejalan dengan visi kemandirian energi Presiden Prabowo Subianto dan kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

“Targetnya bukan sekadar Indonesia yang semakin terang, tapi desa yang semakin produktif. Listrik harus benar-benar bekerja untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. []