WFH Demi Hemat BBM, Bambang Patijaya Apresiasi Langkah Cepat Prabowo Hadapi Lonjakan Harga Minyak

Berita Golkar – Wakil Ketua Komisi XII DPR, Bambang Patijaya mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto berhemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), dengan menerapkan work from home (WFH) dan pembatasan hari kerja.

“Saya pikir ide yang baik dan responsif terhadap situasi yang ada. Kita ini kan memang harus segera memitigasi situasi yang ada. Untuk meminimalisir dampak akibat daripada kenaikan harga crude, sehingga saya pikir langkah-langkah penghematan itu penting untuk kita segera pikirkan caranya,” ungkap Bambang kepada Inilah.com di Jakarta, Minggu (15/3/2026), dikutip dari Inilah.

Terkait aturan teknisnya, menurutnya tentu pemerintah akan menyiapkan berbagai langkah strategis. Selain mengambil langkah penghematan konsumsi BBM, Bambang menyebut pemerintah perlu memikirkan beban fiskal yang ditanggung APBN, terutama terkait dengan harga minyak.

“Ketika harga crude naik, ini akan mempengaruhi daripada kemampuan fiskal kita, sehingga ini juga harus diantisipasi oleh pemerintah terkait bagaimana APBN kita. Karena ICP kita di dalam asumsi makro 2026 ini adalah 70 dolar per barel, sementara per hari ini angka crude plan itu sekitar 90 dolar sekian,” jelasnya.

“Jadi selisihnya cukup jauh, sehingga saya pikir nanti akan ada beban fiskal yang cukup berat terkait dengan selisih yang cukup jauh ini,” lanjutnya.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu mengatakan, hal ini juga harus turut diantisipasi agar APBN dapat adaptif terhadap situasi ini.

“Tentu langkah-langkah kebijakan pemerintah lainnya yang terkait dengan penghematan di dalam APBN itu sendiri, sehingga dengan demikian kita bisa adaptif terhadap situasi yang belum menentu ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mendorong langkah penghematan konsumsi BBM. Selanjutnya, mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah, atau work from home (WFH). Langkah antisipasi dampak krisis global.

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” kata Prabowo, Jumat (13/3/2026).

Hal itu diungkap Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah, berpotensi memengaruhi harga BBM. Kenaikan harga energi tersebut dinilai dapat berdampak pada harga pangan sehingga pemerintah perlu menyiapkan langkah-langkah proaktif.

Menurut Presiden, Indonesia telah mengamankan sejumlah kebutuhan pangan mendasar. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki rencana terkait sektor energi yang akan dipercepat pelaksanaannya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *