Berita Golkar – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid ingin memastikan regulasi di sektor digital dapat diprediksi sehingga memberikan kepastian bagi investor yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia.
Menurut Meutya, pemerintah akan membuka ruang bagi industri untuk memberikan masukan dalam penyusunan regulasi melalui kegiatan Bali Tech Week yang digelar pada 19-23 Oktober 2026 di Sanur, Bali.
“Kami juga memastikan bahwa dalam event ini kita ingin mendapat banyak masukan mengenai regulasi. Jadi, regulasi kita ingin hadir dengan masukan banyak pihak, termasuk industri,” kata Meutya, dalam konferensi pers di kantor Komdigi, Selasa (13/10/2026), dikutip dari kompas.
Meutya mengatakan, regulasi yang disusun pemerintah diharapkan tidak mengejutkan pelaku usaha sehingga investor merasa nyaman untuk berinvestasi di Indonesia.
“Sehingga regulasi yang akan kita keluarkan adalah regulasi yang tidak membuat kaget, regulasi yang terprediksi, sehingga investor akan nyaman,” ujar dia.
Selain kepastian regulasi, Meutya menegaskan bahwa pemerintah juga ingin memastikan persaingan usaha yang adil atau fair competition di ekosistem digital Indonesia. Menurut dia, prinsip tersebut tidak hanya berlaku bagi investor asing, tetapi juga harus memberikan keadilan bagi perusahaan rintisan atau startup lokal dan pengusaha dalam negeri.
“Jadi, ini untuk keadilan termasuk tidak hanya bagi investor asing, tapi keadilan bagi startup lokal, pengusaha lokal yang juga ingin berjibaku mengisi pembangunan transformasi digital di Indonesia,” kata Meutya.
Ia menuturkan, Bali Tech Week tidak hanya bertujuan menarik investasi, tetapi juga menjadi ruang bagi pemerintah untuk menyerap masukan dari berbagai pihak dalam membangun ekosistem digital nasional. Meutya berharap, kolaborasi antara pemerintah, industri, investor, inovator, dan komunitas dapat mendukung pengembangan transformasi digital Indonesia.
“Jadi kuncinya dua target kita juga dari event ini. Produknya selain tentu kita mengundang investasi, tapi yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir memastikan fair competition, dan yang kedua memastikan regulasi yang terprediksi, yang dapat diterima semua pihak,” lanjut dia.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 5.000 peserta dari dalam dan luar negeri. Bali Tech Week juga mencakup 13 agenda yang membahas berbagai bidang, mulai dari konektivitas, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, hingga teknologi finansial dan industri gim. []



