Berita Golkar – Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), kembali menghadirkan program pasar murah sebagai upaya meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Alun-alun Pantai Piwang dan diperuntukkan bagi masyarakat Ranai dan sekitarnya, Sabtu (24/10/2026).
Pasar murah ini disambut antusias oleh masyarakat, meski hujan mengguyur kawasan tersebut sejak pagi.
Warga tetap berdatangan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Kegiatan ini juga digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Natuna sekaligus Hari Pangan Sedunia.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa pasar murah digelar untuk membantu meringankan beban masyarakat, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
“Hari ini Pemerintah Kabupaten Natuna mengadakan pasar murah untuk masyarakat Ranai dan sekitarnya,” ujar Cen Sui Lan saat diwawancarai di lokasi.
Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari telur, minyak goreng MinyaKita, beras, tepung, hingga gula pasir.
“Jumlahnya cukup banyak untuk kebutuhan masyarakat yang hadir,” katanya, dikutip dari tribunnews.
Bupati Cen juga berharap program pasar murah itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih murah.
“Diharapkan membantu masyarakat. Jadi, kita tahu kondisi ekonomi sekarang, kita harapkan melalui pasar murah yang kita adakan ini bisa memberikan peluang kepada masyarakat untuk membeli barang lebih murah. Tetapi, harus kita jadwalkan dan tidak boleh sering-sering juga,” katanya.
Cen mengaku terharu melihat semangat dan antusiasme masyarakat, yang tetap datang berbelanja meski dalam kondisi hujan.
“Sangat luar biasa hari ini, dan saya terharu juga. Saya juga sampaikan kepada mereka, jangan hujan-hujan, nanti jatuh sakit,” katanya tersenyum.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna, Marwan Sjah Putra mengatakan, stok bahan pokok yang disediakan dalam pasar murah tersebut cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Di pasar murah ini kami menyediakan stok yang cukup banyak. Untuk gula 2 ton, tepung 2 ton, telur 500 papan, beras 2 ton, dan minyak 2.400 liter,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pasar murah tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta pengusaha telur lokal.
“Pasar murah kali ini selain memperingati HUT Natuna, juga sebagai upaya pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di masyarakat,” ujarnya.
Marwan memastikan harga bahan pokok yang dijual dalam pasar murah lebih rendah dibandingkan harga di pasaran, dengan selisih rata-rata sekitar Rp5.000.
“Untuk selisih harga rata-rata Rp5.000,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pasar murah merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Natuna yang dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah kecamatan, termasuk wilayah pulau-pulau.
“Ya, ini rutin digelar dan sudah dilakukan di berbagai kecamatan. Untuk wilayah Bunguran Besar dan pulau-pulau lainnya sudah, sisi beberapa wilayah terluar dan terpencil saja,” ujarnya.
Manfaat program tersebut turut dirasakan masyarakat yang berbelanja. Selisih harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran dinilai membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Sejumlah bahan pokok terpantau dijual dengan harga terjangkau, mulai dari tepung terigu Rp10.000 per kilogram, gula pasir curah Rp12.000 per kilogram, minyak goreng MinyaKita Rp15.000 per liter, telur ayam ras nomor 3 Rp45.000 per papan, hingga beras SPHP Rp58.000 per karung ukuran 5 kilogram.
Yusrinawati, warga Ranai yang ditemui usai berbelanja, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Alhamdulillah, sangat terbantu sekali dengan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurutnya, selisih harga bahan pokok yang dijual dalam pasar murah cukup besar dibandingkan harga di pasaran.
“Jauh sekali selisihnya. Biasanya gula Rp17 ribu, di sini cuma Rp12 ribu per kilo. Harapannya ke depan ada lagi pasar murahnya,” katanya. []



