Berita Golkar – Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama dinas terkait terus memperjuangkan dukungan, untuk mempercepat pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah pada 2026, upaya memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi, menjadi langkah Pemkab Natuna agar kebutuhan pembangunan masyarakat tetap dapat dipenuhi secara bertahap.
Upaya tersebut membuahkan dukungan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Pada 2026, sebanyak 62 sekolah di Kabupaten Natuna, mendapatkan program revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp39,34 miliar.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah, terutama ketika kemampuan keuangan kabupaten menghadapi keterbatasan.
“Di tengah keterbatasan fiskal daerah, kita terus melakukan berbagai upaya dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga, maupun dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Cen dalam peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Natuna, pada Senin (12/10/2026), dikutip dari tribunnews.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmennya untuk memperjuangkan dukungan pembangunan, agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani.
“Alhamdulillah, pada tahun 2026 ini, Kabupaten Natuna memperoleh dukungan dana dari APBN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebesar lebih kurang Rp637.533.910.200,” katanya.
Dukungan tersebut diarahkan untuk berbagai program pembangunan, mulai dari pendidikan, perikanan, pertanian, perumahan, ketahanan pangan, hingga peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat yang dirasakan sektor pendidikan di Natuna adalah program revitalisasi sekolah pada 2026.
“Sebanyak 62 sekolah masuk dalam program ini, terdiri dari 30 taman kanak-kanak (TK), 22 sekolah dasar (SD), dan 10 sekolah menengah pertama (SMP),” Paparnya.
Cen mengatakan, revitalisasi itu merupakan hasil dari usulan yang diperjuangkan Pemkab Natuna, untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan segera.
Program tersebut diharapkan membuat lingkungan belajar semakin layak dan mendukung proses belajar mengajar bagi peserta didik di wilayah perbatasan.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi menjadi penting agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat terus berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD kabupaten.
“Kita terus mendorong sinergi pemerintahan, karena kita tau keadaan daerah saat ini. Semoga kdepannya terus membuahkan hasil. Do’akan saja,” Katanya.
Upaya memperjuangkan anggaran pendidikan tidak berhenti pada program tahun ini. Pemkab Natuna juga mempersiapkan kebutuhan sekolah agar peluang memperoleh setapan anggaran pada 2027 dapat dimanfaatkan lebih maksimal.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Ilham Kauli. Ia mengatakan program revitalisasi sekolah diperkirakan berlanjut pada tahun depan.
Berdasarkan diskusinya dengan tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepulauan Riau, potensi alokasi anggaran revitalisasi untuk Natuna diperkirakan mendekati Rp150 miliar.
“2027 masih berlanjut, dan kita mulai bersikap, karena estimasi anggaran yang bisa terserap di Natuna untuk program ini mendekati angka Rp150 miliar,” ujar Ilham, Rabu (21/10/2026) siang.
Meski demikian, angka tersebut masih berupa perkiraan.
Besaran anggaran yang nantinya diterima akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat, hasil verifikasi, serta kebutuhan dan kesiapan sekolah yang diusulkan.
Ilham menjelaskan, salah satu hal penting untuk membuka peluang mendapatkan dukungan tersebut, adalah memastikan data sekolah akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, pemerintah pusat menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai salah satu sumber dalam memetakan kebutuhan program revitalisasi.
Karena itu, kepala sekolah dan operator Dapodik kini tengah digenjot untuk memperbarui data secara cermat.
Pendataan tersebut meliputi jumlah peserta didik, tingkat kerusakan bangunan, kebutuhan ruang kelas, toilet, buku pelajaran, ruang guru, hingga fasilitas pendukung lainnya.
“Harapan kita, kepala sekolah dengan operator Dapodik memperbaiki kualitas datanya, sehingga anggran yang terserap benar-benar sesuai kebutuhan,” katanya.
Ia menambahkan, program revitalisasi tidak hanya mencakup rehabilitasi bangunan yang rusak, tetapi juga dapat mendukung pembangunan ruang kelas baru beserta fasilitas pendukung sesuai perencanaan dan alokasi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dengan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan, kebutuhan sekolah diharapkan dapat terpetakan dengan lebih baik sehingga peluang memperoleh dukungan anggaran semakin terbuka.
Selain memperjuangkan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi, Pemkab Natuna tetap mengalokasikan APBD kabupaten untuk mendukung pembangunan pendidikan.
Salah satunya melalui pembangunan lanjutan SMP Negeri 4 Bunguran Timur dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar.
Sekolah tersebut merupakan unit sekolah baru yang mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada 2026.
Kehadirannya diharapkan membantu mengurangi kepadatan peserta didik di sekolah yang sudah ada, terutama di kawasan padat penduduk.
Ilham mengatakan, anggaran daerah tetap dapat menjadi pilihan untuk menangani kebutuhan sekolah yang belum terakomodasi atau belum sepenuhnya terselesaikan melalui program pemerintah pusat.
“Kalau ada sekolah yang belum tersentuh atau belum selesai dibangun maupun dibenahi oleh anggaran pemerintah pusat, tidak menutup kemungkinan dilanjutkan melalui APBD,” jelasnya..
Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, serta dukungan APBD kabupaten, Pemkab Natuna berharap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perbatasan ini dapat berlangsung berkelanjutan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Natuna. []



