Berita Golkar – Fraksi Partai Golkar melalui anggotanya di Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan efisiensi anggaran negara.
Dalam sebuah diskusi hangat, Juliyatmono menekankan bahwa program MBG merupakan program strategis nasional yang lahir dari visi besar Presiden untuk masa depan generasi Indonesia. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa pelaksanaan di lapangan memerlukan evaluasi dan pembenahan berkelanjutan agar benar-benar tepat sasaran.
Efisiensi dan Komitmen Fraksi
Juliyatmono menyoroti pentingnya efisiensi di seluruh kementerian dan lembaga sebagai respons terhadap kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Ia menyatakan bahwa Fraksi Golkar sangat setuju dan ikhlas jika langkah efisiensi ini juga menyasar pada penyesuaian hak-hak pejabat negara demi menopang subsidi rakyat.
“Sikap Fraksi Golkar jelas, kami merespons positif himbauan Presiden. Efisiensi adalah keharusan untuk memastikan subsidi seperti BBM dan LPG tetap terjaga di tengah lonjakan harga dunia,” ujar Juliyatmono, dikutip dari FokusJateng.
Soroti Kualitas dan Peran Pengusaha
Terkait teknis MBG, Juliyatmono menekankan bahwa aspek kualitas gizi harus menjadi prioritas utama. Ia memperingatkan agar implementasi di lapangan tidak menyimpang dari standar gizi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Salah satu poin krusial yang ia sampaikan adalah perlunya pengawasan ketat terhadap para pengusaha atau pihak ketiga yang terlibat dalam distribusi program ini. Evaluasi terhadap “menu” dan “kualitas bahan” menjadi harga mati agar anggaran besar yang dikucurkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah, bukan justru menjadi celah keuntungan pihak tertentu.
Kemandirian dan Ketahanan Nasional
Selain MBG, diskusi tersebut juga menyentuh pentingnya penguatan sektor lain seperti:
-
Koperasi Desa Merah Putih: Sebagai motor penggerak ekonomi desa.
-
Ketahanan Pangan dan Energi: Upaya Menteri SDM mencari sumber alternatif energi agar stok nasional tetap aman di tengah risiko konflik global.
-
Pendidikan: Memastikan efisiensi anggaran tidak mengorbankan kualitas pendidikan nasional.
“MBG adalah konstitusi visi Presiden yang harus dilaksanakan. Tugas kita sekarang adalah mengawal, mengevaluasi, dan mengkritisi pelaksanaannya agar tetap sesuai jalur,” pungkasnya. []



