Berita Golkar – Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) dan Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) sebagai bagian dari Sayap Golkar DKI Jakarta mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.
Melalui momentum silaturahmi Ramadan, kedua organisasi ini merancang kolaborasi yang menyasar penguatan keamanan informal serta pemberdayaan ekonomi mikro.
Ketua Bapera sekaligus Ketua MKGR DKI Jakarta, Basri Baco mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki peluang kerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN).
Sinergi ini dimaksudkan untuk mendukung tugas-tugas negara secara informal melalui jaringan pemuda yang tersebar di wilayah Ibu Kota.
“Kami diminta untuk membantu tugas-tugas BIN secara informal. Bentuk kerja samanya sedang digodok, dan saya rasa BIN juga menggandeng beberapa ormas lain dalam rangka mendukung tugas-tugas kebangsaan,” kata Basri Baco di sela acara buka puasa bersama di Gedung DPD Golkar DKI Jakarta, pekan lalu, dikutip dari Akurat.
Selain penguatan organisasi secara struktural, Sayap Golkar DKI Jakarta melalui MKGR memberikan perhatian khusus pada sektor ekonomi keumatan.
Basri Baco menjelaskan bahwa MKGR tengah merancang program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi para kader yang berada di tingkat kelurahan.
Program ini akan dikolaborasikan dengan Kementerian UMKM serta dinas terkait di daerah. Tujuannya adalah untuk memberikan “kail” berupa pelatihan kewirausahaan dan dukungan akses permodalan bagi kader agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Harapannya, kami dapat membantu kader di seluruh 267 kelurahan untuk mendapatkan peluang menjalankan usaha UMKM di lingkungannya masing-masing. Nanti akan ada dukungan dari dewan-dewan yang ada di MKGR untuk menyokong permodalan dan pelatihan,” jelas Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 700 kader ini juga diisi dengan pembagian sembako dan santunan bagi anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di penghujung Ramadan.
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar, mengapresiasi kesolidan para kader Sayap Golkar DKI Jakarta yang hadir dari berbagai wilayah.
Zaki berharap para kader tidak hanya aktif di internal organisasi, tetapi juga mampu menjadi tokoh panutan (uswatun hasanah) di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Para kader wajib menjadi tokoh panutan di lingkungan masing-masing, baik dalam kegiatan kepemudaan, kegiatan ibu-ibu, maupun dalam penguatan UMKM di MKGR,” tegas Zaki. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sosial yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di Jakarta. []



