Firman Soebagyo Soroti Ambrolnya Atap Terminal 3 Soetta, Sebut Kegagalan yang Memalukan

Berita Golkar – Viralnya video plafon ambrol Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di media sosial langsung menyedot perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, air hujan terlihat mengalir deras hingga menyebabkan bagian plafon di area gate 7 jebol. Insiden ini memicu kekhawatiran serius terkait kualitas pembangunan fasilitas transportasi strategis nasional.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Firman Soebagyo, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik keras atas peristiwa tersebut. Ia menilai kejadian ini mencoreng wajah transportasi Indonesia, mengingat Terminal 3 merupakan pintu gerbang utama bagi penerbangan domestik dan internasional.

“Ini kegagalan yang sangat memalukan. Kita berbicara tentang bandara internasional yang menjadi representasi negara di mata dunia, tetapi justru menunjukkan kualitas pembangunan yang patut dipertanyakan,” tegas Firman.

Firman menyoroti bahwa insiden serupa terjadi berulang, sehingga mengindikasikan adanya persoalan mendasar dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek. Ia menduga pembangunan Terminal 3 dilakukan secara terburu-buru tanpa kesiapan teknis yang optimal.

“Kalau peristiwa seperti ini terus terulang, artinya ada masalah serius sejak tahap awal. Saya melihat ada indikasi proyek ini dipaksakan untuk segera dioperasikan tanpa memastikan aspek keamanan dan kualitas benar-benar terpenuhi,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini.

Politisi senior Partai Golkar ini pun mendesak DPR melalui komisi terkait untuk segera memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk kontraktor pelaksana dan pengelola bandara. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan adanya akuntabilitas di balik proyek besar tersebut.

“Komisi terkait di DPR harus segera bertindak. Semua pihak yang terlibat perlu dimintai penjelasan secara terbuka agar publik mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata Firman.

Lebih jauh, Firman mendorong dilakukannya audit menyeluruh, mulai dari aspek teknis hingga keuangan. Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk ikut turun tangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“Kita perlu audit total, baik teknis, investigatif, maupun keuangan. Jika ada indikasi penyimpangan atau kerugian negara, aparat penegak hukum harus segera melakukan penyelidikan secara serius dan transparan,” ujar Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini.

Firman menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi besar terhadap proyek-proyek infrastruktur nasional, khususnya yang berkaitan langsung dengan keselamatan publik dan citra Indonesia di tingkat global.

“Bandara adalah wajah negara. Kalau yang terlihat justru kerusakan dan kelalaian, maka kepercayaan publik bisa runtuh. Ini harus menjadi peringatan keras agar ke depan setiap proyek dikerjakan dengan standar yang benar-benar bertanggung jawab,” pungkas legislator asal Pati, Jawa Tengah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *