Berita Golkar – Dinamika politik internal menjelang pergantian kepemimpinan dinilai sebagai sebuah kelumrahan. Meski demikian, transisi tersebut harus dikelola dengan kedewasaan politik agar stabilitas partai tetap terjaga.
Pesan krusial tersebut dilontarkan oleh Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat periode 2021-2026, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Kamis (2/4/2026).
Pria yang akrab disapa Kang Ace ini secara resmi berpamitan dan menyatakan tidak akan kembali mencalonkan diri. Keputusan itu ia sampaikan dalam agenda Halalbihalal sekaligus Rapat Pleno DPD Golkar”>Partai Golkar Jabar di Aula Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, pada Rabu, 1 April 2026 malam.
“Kalau sejak awal saya menyampaikan tidak akan melanjutkan, tentu akan mengundang beragam dinamika dan persaingan terbuka yang berpotensi tidak sehat bagi partai. Padahal, proses keberlanjutan kepemimpinan ini harus bisa dijaga agar tetap stabil, tenang, dan kondusif,” tutur Kang Ace, yang juga menjabat sebagai Gubernur Lemhannas RI.
Dalam rapat pleno yang turut dihadiri Sekretaris DPD Golkar”>Partai Golkar Jabar, MQ Iswara, dan Bendahara Umum Metty Triantika tersebut, Kang Ace mengungkapkan bahwa keputusannya mundur dari bursa pencalonan telah melalui pertimbangan yang matang.
Sebagai Wakil Ketua Umum DPP Golkar”>Partai Golkar, ia mengaku telah berkomunikasi secara langsung dengan Ketua Umum Golkar”>Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, terkait langkah politiknya di Jawa Barat.
”Ketua Umum berpesan agar saya tetap bersemangat dan terus berkontribusi. Saya juga tegaskan kembali, sejak awal saya siap ditempatkan di mana pun sesuai dengan kebutuhan dan penugasan partai,” ujarnya menegaskan.
Momentum Merumuskan Strategi, Bukan Sekadar Pemilihan Ketua
Di hadapan ratusan pengurus pleno yang hadir, malam itu menjadi panggung terakhir Kang Ace memimpin forum sebagai Ketua DPD Golkar Jabar. Politisi yang dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan ulama dan akademisi ini memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan apresiasi atas kerja kolektif mesin partai selama masa kepemimpinannya.
”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Sekecil apa pun peran kader, semuanya telah memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan dan capaian kemenangan Golkar”>Partai Golkar di Jawa Barat selama ini,” ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung direspons dengan tepuk tangan panjang serta standing ovation dari para kader sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi kepemimpinannya.
Lebih jauh, Kang Ace mengingatkan bahwa Musda XI jangan hanya direduksi menjadi ajang suksesi figur semata. Ia menilai perhelatan ini adalah momentum strategis untuk membaca tantangan ke depan.
“Yang paling penting bukan hanya memilih ketua, tetapi bagaimana kita merumuskan program dan arah kebijakan ke depan. Tantangannya tidak mudah, sehingga kunci utamanya adalah kekompakan,” tegasnya.
Ia pun mewanti-wanti agar etika politik tetap dijunjung tinggi dan menolak keras praktik saling menjatuhkan dalam kompetisi internal. Menurutnya, Jawa Barat memiliki banyak kader mumpuni yang siap meneruskan tongkat estafet kepemimpinan.
”Perbedaan pilihan itu wajar, tetapi persatuan harus tetap dijaga. Golkar harus menunjukkan kelasnya bahwa kita mampu mengelola perbedaan dengan baik dan menyelesaikan dinamika secara dewasa,” kata Kang Ace.
Sementara itu, kesiapan teknis Musda XI dipastikan telah matang. Sejumlah pengurus teras seperti Ketua Penyelenggara Musda Yod Mintaraga, Ketua Steering Committee (SC) H. Yomanius Untung, serta Ketua Organizing Committee (OC) Deden Nasihin, telah melaporkan kelengkapan tahapan agar perhelatan politik lima tahunan ini berjalan tertib dan lancar. []



