Berita Golkar – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengajak masyarakat untuk tidak boros dalam mengonsumsi pangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Hal ini disampaikannya dalam sebuah kegiatan di Natuna.
Menurut Ansar, kebiasaan boros pangan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Ia menyebutkan bahwa berdasarkan kajian sementara, tingkat pemborosan pangan masyarakat Indonesia mencapai angka yang sangat besar setiap tahunnya.
“Kita juga berharap masyarakat tidak boros pangan. Gerakan Stop Boros Pangan itu dari hasil kajian sementara rakyat Indonesia ini boros pangannya kurang lebih mencapai seratus lima puluh triliun satu tahun,” Ujarnya.
Ia mencontohkan, dalam kehidupan sehari-hari masih banyak praktik pemborosan, termasuk dalam penyajian makanan di rumah makan. Menurutnya, porsi makanan yang berlebihan sering kali tidak dihabiskan dan berujung terbuang.
“Bayangkan, artinya kita makan mungkin cukup saja sesuai dengan kebutuhan. Maka kita himbau harap hal ini dapat diterapkan pada setiap warha di Kepri termasuk Natuna,” katanya, dikutip dari RRI.
Ansar berharap ke depan hal tersebut menjadi perhatian bersama, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha kuliner. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk aktif menyosialisasikan pentingnya penghematan pangan.
“Nah, ke depan barangkali itu juga jadi bahan pikiran kita sama-sama. Nanti Ibu Bupati saya berharap mensosialisasikan juga program hemat boros pangan itu sangat penting untuk menjaga situasi pangan kita supaya mencukupi,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengelolaan pangan yang baik tidak hanya berdampak pada kecukupan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor jika terjadi surplus. Untuk itu, gerakan stop boros pangan perlu dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. []



