Gubernur Ansar Ahmad Bangun 19 Dermaga Apung, Konektivitas Kepri Makin Kuat

Berita Golkar – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) telah membangun 19 unit pelabuhan ponton atau dermaga apung yang tersebar di tujuh kabupaten/kota setempat guna memperkuat koneksi antarpulau.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan pembangunan dermaga apung berbahan High Density Polyethylene (HDPE) itu juga berdampak pada capaian ekonomi makro daerah.

Menurut dia, rasio konektivitas Kepri tahun 2024 tercatat sebesar 0,59 poin dan meningkat menjadi 0,70 poin pada 2025, atau naik sebesar 0,11 poin.

“Peningkatan ini mencerminkan semakin terbukanya akses antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan,” katanya, dikutip dari Antaranews.

Ansar menyebut pembangunan dermaga apung merupakan bagian dari komitmen Pemprov Kepri dalam menjawab tantangan geografis daerah kepulauan.

Menurut dia, Kepri adalah provinsi maritim dengan 96 persen luas lautan, sehingga konektivitas laut menjadi urat nadi pembangunan daerah. “Dermaga apung HDPE adalah solusi yang adaptif, efisien, dan tepat untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil,” ujar Ansar.

Ia turut menyampaikan infrastruktur laut tersebut bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi tentang membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan akses yang semakin baik, kata dia, aktivitas perikanan, perdagangan, hingga pariwisata terutama di pulau-pulau akan semakin bergerak. “Pembangunan dermaga apung memperkuat fondasi Kepri sebagai provinsi maritim yang maju dan terkoneksi,” ujar Ansar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri Junaidi menjelaskan dermaga apung HDPE memiliki spesifikasi ponton HDPE berukuran 9 meter x 4,5 meter, gangway sepanjang 13,5 meter dengan lebar 1,7 meter, serta trestle berukuran 4,5 meter x 3 meter.

Dengan desain yang kokoh namun fleksibel, dermaga itu mampu menyesuaikan pasang surut air laut sehingga memudahkan proses sandar kapal dalam berbagai kondisi cuaca.

Ia mengatakan jika dibandingkan dengan dermaga beton konvensional maupun dermaga kayu, dermaga apung HDPE memiliki sejumlah keunggulan. Material HDPE lebih tahan terhadap korosi air laut dan tidak mudah lapuk, sehingga biaya perawatan jauh lebih rendah.

Selain itu, struktur apungnya juga mengikuti dinamika gelombang dan pasang surut, membuat aktivitas naik turun penumpang maupun bongkar muat barang menjadi lebih aman dan nyaman.

“Waktu pembangunan relatif lebih cepat dan ramah lingkungan, karena tidak memerlukan struktur pondasi permanen yang masif di dasar laut,” ujar Junaidi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *