Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena optimistis, program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menciptakan lapangan kerja besar, baik di dapur produksi maupun sektor pendukung lainnya.
Pada Kegiatan pengarahan dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada koordinator wilayah, yayasan, serta mitra pelaksana program dari berbagai daerah di NTT, Gubernur Melki Laka Lena menilai program ini dapat memperkuat ekonomi lokal jika rantai pasok dikelola dari dalam daerah.
“Kalau semua supplier dari NTT, maka perputaran ekonomi akan terjadi di desa, kabupaten, dan kota di NTT sendiri,” kata Melki Laka Lena, Kamis (9/4/2026), dikutip dari RRI.
Menurut Gubernur Melkiades Laka Lena target nasional menjangkau puluhan juta penerima manfaat, program Makan Bergizi Gratis akan menjadi kebijakan jangka panjang yang sulit dihentikan.
“Kalau program ini menyentuh sampai 80-100 juta orang, maka ini akan menjadi gerakan besar yang dijaga rakyat sendiri,” ujarnya.
Ditegaskan, sejak awal dirinya mengikuti perancangan program tersebut saat masih menjadi anggota DPR RI. Bahkan, menurutnya, MBG menjadi salah satu program dengan alokasi anggaran terbesar di awal pembentukannya.
“Ini program besar Presiden Prabowo yang harus kita jaga bersama. Kita punya tanggung jawab moral untuk memastikan program ini berhasil,” ujarnya.
Ia memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), MBG berkontribusi signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di NTT.
“Angka kemiskinan kita turun dari 19,1 persen menjadi sekitar 17,5 persen turun 1,6 persen. Ini luar biasa, apalagi di tengah kondisi anggaran yang terbatas,” katanya.
Gubernur mengungkapkan, saat ini terdapat 242 SPPG aktif di seluruh kabupaten/kota di NTT, sementara potensi maksimal bisa mencapai hampir 600 unit. “Kalau semua ini bisa aktif, dampaknya akan jauh lebih besar. Kita belum sampai setengah kekuatan penuh,” ujarnya. []



