Berita Golkar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat kedua dunia dalam hal ketahanan energi menurut laporan JP Morgan Asset Management. Pencapaian ini didorong oleh kekuatan produksi domestik migas, cadangan batu bara yang melimpah, serta akselerasi program biodiesel.
“Dalam kondisi seperti ini, kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi,” ujar Bahlil dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026), dikutip dari MediaIndonesia.
Bahlil memaparkan sejumlah faktor kunci yang memperkokoh posisi Indonesia, di antaranya:
- Peningkatan Lifting Migas: Realisasi lifting minyak tahun 2025 mencapai 605 ribu barel per hari (bph) dan ditargetkan naik menjadi 610 ribu bph pada tahun ini.
- Temuan Cadangan Baru: Eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, Kalimantan Timur, menemukan potensi gas sebesar 5 Tcf dan 300 juta barel kondensat yang diproyeksikan berproduksi pada 2028-2029.
- Kemandirian Solar: Implementasi Biodiesel 50 persen (B50) secara nasional pada 1 Juli 2026 diprediksi akan menghentikan impor solar sepenuhnya.
Terkait kemandirian bahan bakar, Bahlil menegaskan optimisme pemerintah untuk menyetop impor solar yang telah berlangsung sejak lama. “Dengan B40 dan B50, alhamdulillah mulai tahun 2026, tidak lagi kita melakukan impor solar pertama sejak republik ini berdiri,” tegasnya.
Selain fokus pada migas dan biodiesel, pemerintah juga tengah mengkaji substitusi LPG melalui pengembangan Dimetil Eter (DME) dan Compressed Natural Gas (CNG) guna menekan ketergantungan impor energi di masa depan. []



