Lewat Puisi, Firman Soebagyo Suarakan Derita dan Harapan Buruh Indonesia

Berita Golkar – Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Firman Soebagyo, menyampaikan refleksi mendalam dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day melalui sebuah puisi berjudul “Renungan Malam: Negeri Ini Belum Runtuh.” Puisi tersebut menjadi medium penyampaian kegelisahan sekaligus harapan atas kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja yang masih menghadapi berbagai tekanan hidup.

Dalam refleksinya, Firman menggambarkan situasi bangsa yang dihadapkan pada tantangan ketimpangan, menurunnya kepercayaan publik, serta beratnya beban hidup yang dirasakan oleh masyarakat kecil. Ia menyoroti bagaimana suara rakyat kerap kalah oleh kepentingan besar, sementara para pekerja tetap harus bertahan di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi yang semakin nyata.

Meski demikian, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut menegaskan bahwa di balik berbagai persoalan tersebut, harapan masih tetap hidup. Ia menyoroti peran para petani, buruh, guru, hingga pelaku ekonomi kecil sebagai penopang utama keberlangsungan bangsa. Menurutnya, selama masih ada mereka yang bekerja dengan jujur dan penuh keteguhan, Indonesia akan tetap berdiri dan memiliki masa depan.

Melalui puisi ini, Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak menyerah dalam memperjuangkan keadilan sosial. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong dan kesadaran kolektif menjadi kunci untuk mewujudkan cita-cita kesejahteraan yang merata. Berikut puisi yang disampaikan sebagai bentuk refleksi dan penghormatan kepada para pekerja Indonesia.

RENUNGAN MALAM
“NEGERI INI BELUM RUNTUH”

Negeri ini sedang compang-camping
Kepercayaan rakyat koyak
Keadilan terasa timpang
Suara kecil tenggelam oleh gemuruh kepentingan

Yang kuat makin menguasai
Yang kecil dipaksa bertahan
Rakyat disuruh hemat
Sementara panggung kekuasaan masih pamer mewah

Tapi dengar…

Negeri ini belum runtuh
Sebab di desa masih ada petani yang tetap menanam di tengah pupuk mahal
Di pabrik masih ada buruh yang lembur demi anak sekolah meski cabe Rp 165 ribu
Di pelosok masih ada guru yang mengajar tanpa tanda jasa
Di pasar masih ada ibu-ibu yang tersenyum meski harga selangit

Selama mereka ada, Indonesia masih ada

Untuk mereka yang jujur dan bertahan
Jangan putus asa
Jangan menyerah
AKU MASIH ADA. KITA MASIH ADA.

Perjuangan belum selesai
Sila 5 belum sampai ke dapur
Tapi selama kita waras, kita harus berjuang “Bersama Kita Bisa”

Selamat malam, Indonesia.
Salam Perjuangan!!

FIRMAN SOEBAGYO
Anggota DPR RI Fraksi Golkar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *