Muhidin M Said Bongkar Pesan Bahlil: Musda Partai Golkar Sulsel Harus Kompak dan Aklamasi

Berita Golkar – Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhidin M Said mengungkap pesan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia yang menginginkan Musda Golkar Sulsel menghasilkan ketua terpilih secara aklamasi. Muhidin mengaku akan menemui Bahlil untuk meminta jadwal Musda setelah konsolidasi di 24 DPD II Golkar di Sulsel telah rampung.

“Saya akan bicarakan dengan Ketum kapan kita bisa Musda karena di Sulsel ini sudah kompak. Jadi nanti harapan Ketum, dari 36 provinsi yang sudah Musda semuanya aklamasi,” ujar Muhidin dalam sambutannya saat membuka Konsolidasi Golkar Dapil II Sulsel di Gedung Pertemuan La Patau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (16/5/2026).

Konsolidasi tersebut dihadiri 9 pimpinan DPD II Golkar di wilayah Dapil Sulsel II, yakni Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Soppeng, Bone, Wajo, Sinjai dan Bulukumba. Sebelumnya konsolidasi Dapil 1 Sulsel telah digelar di Takalar dan Dapil 2 Sulsel digelar di Pinrang.

“Kita menutup konsolidasi di tiga dapil ini, saya yakin Musda XI Golkar Sulsel, saya harap kita bisa melaksanakan dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab karena yang kita akan hadapi (Pemilu) tentu akan lebih berat lagi,” jelasnya, dikutip dari Detik.

Muhidin mengaku Musda Golkar Sulsel siap digelar usai konsolidasi rampung dan seluruh DPD II Golkar kabupaten/kota telah kompak. Dia juga meminta kader Golkar di Sulsel mengedepankan dialog untuk musyawarah mufakat di Musda untuk melahirkan Ketua Golkar Sulsel aklamasi seperti provinsi lainnya.

“Ke depan kita harus lebih solid, kalau ada problem sampaikan dengan hati yang jernih dan kepala dingin. Mari kita berdiskusi dan berdialog. Ketum minta semua Musda agar aklamasi,” ujarnya.

Dia juga memastikan aspirasi seluruh DPD II hingga akar rumput dari hasil konsolidasi ini akan disampaikan ke Ketum Bahlil. Muhidin lantas menyampaikan rencananya untuk bertemu Bahlil besok, Senin (18/5/2026).

“Maka dari itu mari kita duduk bersama. Musda kita, saya sudah dapat gambaran secara umum, sudah tidak ada sekat di antara kita dan semua mendukung. Kalau ada yang mau beri usul dan menyampaikan aspirasi, tolong beri kriteria kepada saya supaya kita bisa cari jalan yang terbaik. Senin saya akan ketemu Ketum,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Golkar Maros Suhartina Bohari menyampaikan aspirasi DPD II yang telah menyatu menyodorkan satu nama yakni Munafri ‘Appi’ Arifuddin. Di hadapan Muhidin, Suhartina berharap aspirasi DPD II yang telah menyatu ini didengarkan oleh Ketum Bahlil.

“Harapan kami apa yang menjadi dukungan kami, itulah yang menjadi pilihan ketua DPP untuk menetapkan Musda di Sulsel. Harapan kami, apa yang menjadi dukungan kami selama ini, itulah yang menjadi pilihan ketua DPP untuk menetapkan hasil Musda di Sulsel,” kata Suhartina.

Pihaknya mengaku usungan untuk calon ketua Golkar Sulsel telah disampaikan sebelumnya ke DPP Golkar. Dia berharap aspirasi DPD II yang menyatu mendukung Appi itu diteruskan Muhidin ke Ketum Bahlil.

“Apa yang menjadi usungan kami, apa yang menjadi kegiatan kami selama ini, berkomunikasi dengan teman-teman DPD II, itulah yang menjadi suara kami yang disampaikan ke DPP untuk menjadi hasil Musda nantinya,” tambah Suhartina.

Ketua DPD II Golkar Barru Rahman Pina juga menyampaikan aspirasinya di hadapan Muhidin. Dia mengaku siap mendukung kader yang sejalan dengan visi misi ketum Bahlil.

“Pada intinya, siapa pun Calon Ketua Golkar Sulsel harus sejalan dengan Ketua umum. Golkar Barru mendukung dan mengamankan siapa pun calon ketua Golkar yang satu visi dengan ketua umum,” kata Rahman dalam sesi dialog tersebut.

Sebelumnya, pakar Politik Unhas Ali Armunanto menilai Golkar Sulsel saat ini perlu figur yang menyatukan. Salah satu pilihan yang pantas dilirik DPP adalah Wali Kota Makassar Munafri ‘Appi’ Arifuddin.

“DPD II mayoritas atau 21 mendukung Appi. DPP seharusnya membaca itu sebagai arah kemauan partai di tingkat bawah, dan seharusnya mengikuti itu karena hakikat partai itu kan lembaga demokrasi. Golkar partai terbuka,” katanya.

Ali khawatir Golkar akan kehilangan salah satu kader terbaiknya jika Appi tergoda bergabung dengan partai lain. Appi disebut berpotensi pindah partai jika kecewa dengan hasil Musda.

“Saya kira Golkar yang rugi. Appi ini kan sedang naik daun. Dia wali kota Makassar, dia punya panggung politik yang besar. Dia punya kemampuan mempertontonkan kinerjanya melalui birokrasi dengan jabatannya,” katanya.

“Dia punya sumber daya politik yang besar. Orang-orang di belakangnya juga besar. Jaringan politiknya luas. Saya kira sama seperti Pak Ilham di masa jayanya. Kalau keluar, maka kemudian ini akan menjadi kerugian besar,” pungkas Ali Armunanto. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *