Menperin Agus Gumiwang Siapkan “Benteng” Keamanan Pangan untuk Program Pemenuhan Gizi Nasional

Berita Golkar – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan pembekalan bagi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan sistem keamanan pangan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Pengenalan dan Pemahaman Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Pembekalan tersebut dilakukan melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Pontianak sebagai upaya mendukung penyediaan pangan yang aman, higienis, dan berkualitas bagi masyarakat.

Dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (21/5/2026), Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas produk pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemenuhan gizi.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar serta memperkuat daya saing industri nasional,” kata Menperin, dikutip dari Antaranews.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 6–7 Mei 2026 di BSPJI Pontianak ini diikuti peserta dari SPPG Kabupaten Landak dan Kota Pontianak.

Melalui bimbingan teknis, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penerapan sistem keamanan pangan berbasis HACCP, mulai dari identifikasi potensi bahaya pangan, pengendalian titik kritis, hingga pentingnya penerapan prosedur keamanan pangan secara konsisten dalam proses penyediaan makanan.

Sejalan dengan penguatan standardisasi dan jaminan mutu sektor industri, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari menekankan penerapan sistem keamanan pangan menjadi aspek penting dalam memastikan kualitas produk dan perlindungan konsumen.

“Penerapan standardisasi dan sistem jaminan mutu perlu terus diperkuat agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kualitas, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelas Emmy.

Kepala BSPJI Pontianak, Ahmad Nashoruddin Muammar menambahkan, pemahaman terhadap sistem HACCP menjadi aspek penting dalam mendukung penyediaan pangan yang aman dan berkualitas, khususnya pada layanan pemenuhan gizi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap pengelola SPPG dapat memahami pentingnya penerapan sistem keamanan pangan secara menyeluruh, sehingga kualitas layanan pemenuhan gizi yang diberikan kepada masyarakat dapat terus terjaga,” ujarnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *