Menperin Agus Gumiwang Pasang Target, Mobil dan Baterai Buatan RI Jadi Kekuatan Baru Nasional

Berita Golkar – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan siap menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat produksi mobil dan baterai buatan dalam negeri sebagai bagian dari agenda industrialisasi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Agus menanggapi pidato Presiden pada Rapat Paripurna DPR yang menekankan pentingnya Indonesia mampu memproduksi sendiri kebutuhan strategis mulai dari kendaraan bermotor hingga produk elektronik.

“Kalau kita bicara soal baterai misalnya, itu juga harusnya bisa menjadi keunggulan bagi Indonesia, karena kita menjadi produsen nikel terbesar di dunia dan juga komponen-komponen otomotif lainnya yang merupakan hasil dari downstreaming dari produk-produk di hulunya,” kata Agus di Jakarta, Rabu (20/5/2026), dikutip dari Industry.

Agus menyebut arahan Presiden sejalan dengan Strategi Baru Industrialisasi Nasional atau SBIN yang diinisiasi Kemenperin. Fokusnya memperkuat struktur industri manufaktur, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Ia menegaskan pengembangan industri ke depan harus berbasis sumber daya alam agar menghasilkan produk turunan bernilai tambah tinggi. Kekuatan SDA Indonesia dinilai bisa menjadi fondasi memperkuat mata rantai industri nasional dari hulu hingga hilir.

“Industrialisasinya harus kita kembangkan yang berbasis sumber daya alam karena kekuatan SDA kita bisa menghasilkan produk turunan yang memperkuat mata rantai industri nasional itu sendiri,” ujarnya.

Agus menilai pernyataan Presiden akan memperkuat optimisme pelaku industri untuk bergerak cepat menjawab tantangan global. Ia menyebut sektor manufaktur terbukti menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Pada triwulan I 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,04% secara tahunan dan menyumbang 19,07% terhadap PDB nasional. Kontribusi sektor manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi juga tertinggi, mencapai 1,03%.

Untuk mempercepat target tersebut, Kemenperin mendorong kebijakan pro-industri melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri, penguatan TKDN, hilirisasi, pengembangan SDM industri, serta dukungan pembiayaan dan investasi.

“Kita memiliki pasar domestik besar, SDM kompetitif, dan potensi investasi kuat. Ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Indonesia menjadi negara industri maju,” tegas Agus.

Saat ini Indonesia telah menjadi basis produksi otomotif di ASEAN dengan produk yang menembus pasar ekspor. Industri elektronika nasional juga terus berkembang melalui peningkatan investasi dan penguatan rantai pasok domestik.

Kemenperin optimistis target industrialisasi nasional dapat diwujudkan secara bertahap dengan sinergi pemerintah, industri, lembaga pembiayaan, akademisi, dan masyarakat.

Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan percepatan industrialisasi penting agar Indonesia dapat memproduksi sendiri motor, mobil, hingga televisi, dengan dukungan pembiayaan pembangunan melalui Danantara. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *