Terpilih Secara Aklamasi, Sari Yuliati Siap Bawa Kosgoro 1957 Lebih Solid dan Produktif

Berita Golkar – Musyawarah Besar (Mubes) V Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 resmi menetapkan Sari Yuliati sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031. Bendahara Umum Partai Golkar itu terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan penuh dari peserta Mubes yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 dari seluruh Indonesia.

Keputusan tersebut menjadi puncak rangkaian Mubes V Kosgoro 1957 yang berlangsung di Jakarta. Forum organisasi yang berlangsung hingga Sabtu dini hari itu menegaskan soliditas internal Kosgoro 1957 sekaligus menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan kebangsaan dan politik ke depan.

Ketua Pimpinan Sidang Mubes V Kosgoro 1957, Lamhot Sinaga, secara resmi mengetuk palu sidang sebagai tanda sahnya keputusan forum yang menetapkan Sari Yuliati sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026–2031.

Sebagai simbol estafet kepemimpinan organisasi, Lamhot kemudian menyerahkan Pataka Kosgoro 1957 kepada Sari Yuliati yang disambut tepuk tangan seluruh peserta Mubes.

“Kepercayaan yang diberikan kepada saya merupakan amanah besar yang akan dijalankan bersama seluruh kader Kosgoro 1957 di seluruh Indonesia. Mari kita perkuat persatuan, menjaga soliditas organisasi, dan terus menghadirkan karya serta pengabdian nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Sari Yuliati.

Sari menegaskan, kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kaderisasi, serta meningkatkan kontribusi Kosgoro 1957 dalam mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, Kosgoro 1957 harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi organisasi sejak awal berdiri.

Terpilihnya Sari Yuliati juga mendapat perhatian langsung dari Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia yang membuka Mubes V Kosgoro 1957. Dalam arahannya, Bahlil menegaskan bahwa Kosgoro memiliki posisi strategis bagi masa depan Partai Golkar karena membawahi dua sektor penting, yakni ekonomi dan pendidikan.

“Kecerdasan tanpa logistik itu susah, begitu pun sebaliknya, logistik tanpa kecerdasan juga susah. Tapi Kosgoro membawahi dua ini, kecerdasan dan logistik. Jadi bagi Partai Golkar, Kosgoro adalah seng ada lawan,” kata Bahlil.

Bahlil juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi. Menurutnya, organisasi pendiri Partai Golkar harus menjadi tempat pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya kader sebelum mereka mengemban tugas politik yang lebih besar di partai.

“Harusnya organisasi-organisasi yang mendirikan dan didirikan ini dijadikan sebagai tempat tempah untuk mengasah pembentukan karakter diri dan peningkatan kualitas diri bagi kader. Sehingga kelak mereka sudah siap untuk disuplai kepada partai,” tegasnya.

Menteri ESDM itu berharap Kosgoro 1957 tidak hanya menjadi organisasi yang besar secara historis, tetapi juga mampu menjadi mesin kaderisasi yang produktif dan melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki kapasitas, integritas, serta kemampuan menjawab tantangan bangsa.

Dengan terpilihnya Sari Yuliati secara aklamasi, Kosgoro 1957 diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi kader dan organisasi pengabdian yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat Partai Golkar menuju agenda-agenda politik dan pembangunan nasional di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *