Wagub Erwan Setiawan Targetkan Jawa Barat Putus Ketergantungan Impor Kakao

Berita Golkar – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub) Erwan Setiawan mendorong Provinsi Jawa Barat mandiri dalam komoditas kakao yang digunakan sebagai bahan baku industri produksi cokelat.

Komoditas kakao ini, kata Erwan, perlu dikembangkan, pasalnya banyak pabrik cokelat di Jawa Barat masih ketergantungan terhadap bahan baku komoditas kakao impor.

“Seperti laporan dari Disperindag bahwa di Jawa Barat ini ada beberapa pabrik cokelat tetapi bahan bakunya masih sebagian besar impor. Nah, ke depan, dengan potensial Jawa Barat untuk penanaman kakao. Saya berharap ke depan kita mampu memproduksi bahan baku sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada impor,” kata Erwan di Bandung, Senin (15/6/2026).

Terlebih, kata Erwan, saat ini kurs rupiah yang bergerak melemah pada dolar AS juga akan menyulitkan para pelaku usaha untuk mendapatkan bahan baku karena harganya semakin mahal.

“Karena itu saya berharap kita Jawa Barat bisa swasembada dan ketahanan di komoditas kakao ini. Karena selain teh dan kopi, kakao ini jadi salah satu yang sangat berpotensi dikembangkan di Jawa Barat,” ucapnya.

Ia menambahkan pengembangan kakao dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial, termasuk lahan milik Perhutani dan lahan tidur milik masyarakat yang selama ini belum produktif.

“Di berbagai daerah bisa dikembangkan, seperti di Sumedang, di wilayah Bandung juga, yang penting potensial ketinggiannya. Bisa dikerjasamakan juga dengan Perhutani atau lahan-lahan yang selama ini kurang termanfaatkan,” ucapnya.

Di tengah dinamika ekonomi global, Erwan menilai Jawa Barat harus terus tampil sebagai daerah yang tangguh, adaptif, dan inovatif khususnya dalam komoditas teh, kopi dan kakao.

Dan kegiatan West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 pada 12-14 Juni 2026, menurutnya, menjadi salah satu sarana untuk memperkuat ekspor, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk unggulan Jawa Barat di tingkat nasional maupun internasional.

Terkait acara WIITEX 2026 tersebut, Erwan mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, mitra, pelaku usaha, hingga berbagai pemangku kepentingan yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Erwan, WIITEX itu bukan sekadar ajang pameran, melainkan ruang strategis yang mempertemukan potensi unggulan daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.

“WIITEX 2026 yang mengusung tema ‘The Golden Belt of Java: Coffee, Tea and Cocoa for the Future’, sangat relevan dengan arah pengembangan ekonomi Jawa Barat karena perdagangan masa depan tidak hanya bertumpu pada volume, tetapi juga kualitas, keberlanjutan, dan nilai tambah komoditas unggulan,” ujar Erwan.

Erwan menegaskan bahwa kopi, teh, dan kakao merupakan komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangannya perlu terus didorong melalui inovasi, hilirisasi, penguatan merek, serta perluasan akses pasar.

Erwan juga mengapresiasi berbagai rangkaian kegiatan yang digelar selama WIITEX 2026, mulai dari workshop pengolahan kakao “bean-to-bar” lelang komoditas unggulan, hingga gelar wicara mengenai perdagangan berkelanjutan.

“Ini menunjukkan bahwa WIITEX 2026 tidak hanya berbicara tentang promosi, tetapi juga edukasi, jejaring, dan masa depan perdagangan yang lebih cerdas serta berdaya saing,” katanya menambahkan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *