DPP, Slipi  

Ali Mochtar Ngabalin Tegaskan Komitmen Partai Golkar Kawal Program Politik Luar Negeri Prabowo-Gibran

Berita Golkar – Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Prof. Ali Mochtar Ngabalin, menegaskan komitmen Partai Golkar dalam mengawal pelaksanaan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk di bidang politik luar negeri dan hubungan internasional.

Sebagai partai koalisi pendukung pemerintah, Golkar tidak hanya berperan dalam mengawal kebijakan strategis nasional di dalam negeri, tetapi juga turut memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai forum internasional.

“Partai Golkar memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal pelaksanaan kebijakan strategis nasional, termasuk di bidang politik luar negeri dan hubungan internasional,” kata Ngabalin dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026), dikutip dari Abadikini.

Ngabalin yang juga merupakan Anggota Tetap Gerakan Internasional untuk Pembebasan Bangsa-Bangsa mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan arah perjuangan Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang terus mendorong penguatan peran Indonesia dalam percaturan global.

Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Partai Golkar untuk menghadiri pertemuan anggota tetap Gerakan Internasional untuk Pembebasan Bangsa-Bangsa di St. Petersburg, Rusia, pada 24–26 Juni 2026 merupakan bagian dari upaya memperluas keterlibatan Indonesia dalam berbagai isu strategis dunia.

“Dalam kerangka ini, Partai Golkar kembali mengambil peran dalam mengawal diplomasi internasional Presiden Prabowo. Kepercayaan yang diberikan kepada Partai Golkar untuk hadir dalam pertemuan anggota tetap Gerakan Internasional untuk Pembebasan Bangsa-Bangsa di Saint Petersburg 24 s/d 26 Juni 2026,” terangnya.

“Ini merupakan bagian dari upaya memperluas keterlibatan Indonesia dalam berbagai percakapan global yang menyangkut kedaulatan, kemerdekaan, dan masa depan tata dunia yang lebih seimbang,” tambahnya.

Sebagai delegasi Partai Golkar dalam forum tersebut, Ngabalin mendapat kesempatan menyampaikan pidato selama tujuh menit di hadapan para peserta dari berbagai negara. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen Indonesia dan Partai Golkar untuk terus memperjuangkan perdamaian dunia serta mendukung kemerdekaan Palestina.

“Dalam berbagai isu internasional, Indonesia dan Partai Golkar terus menyuarakan perdamaian dunia, mendukung kemerdekaan Palestina, serta mendorong penghentian perang dan konflik bersenjata di berbagai kawasan, bahkan hingga pelosok dunia. Perdamaian, kedaulatan, dan kemerdekaan setiap bangsa harus menjadi komitmen bersama masyarakat internasional,” tegas Ngabalin dari St. Petersburg.

Menurutnya, kehadiran Partai Golkar dalam forum internasional tersebut memiliki makna strategis karena mewakili suara Asia Tenggara dalam berbagai pembahasan mengenai kemerdekaan, kedaulatan, dan masa depan hubungan antarbangsa.

Forum itu juga menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa semangat perjuangan anti-kolonialisme yang pernah digaungkan melalui Konferensi Asia-Afrika di Bandung tetap relevan di tengah dinamika geopolitik global saat ini.

“Bandung mengajarkan keberanian. St. Petersburg mengingatkan bahwa keberanian itu masih dibutuhkan hingga hari ini. Tantangan telah berganti wajah. Metodenya semakin rumit. Pengaruh bekerja melalui jalur yang sering kali tidak terlihat. Namun tujuan perjuangannya tetap sama, menjaga hak setiap bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri,” ujarnya.

Ngabalin menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah yang harus terus dijaga oleh setiap generasi.

“Kemerdekaan ternyata bukan garis akhir. Kemerdekaan adalah pekerjaan yang harus dijaga oleh setiap generasi. Apa yang diperjuangkan para pemimpin Asia-Afrika di Bandung lebih dari tujuh dekade lalu masih memiliki gema yang kuat hingga hari ini,” katanya.

Ia menutup dengan pesan kuat mengenai pentingnya menjaga martabat dan kedaulatan bangsa di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

“Dari Bandung Republik Indonesia hingga Saint Petersburg Republik Rusia, pesannya tetap sama, yakni martabat bangsa tidak untuk diperjualbelikan dan kedaulatan tidak untuk dipinjamkan kepada siapa pun,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *