Berita Golkar – Wakil Ketua Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Agun Gunandjar Sudarsa, bersama Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan bersama pada Minggu, 1 Maret 2026 di aula lapas tersebut diikuti 150 warga binaan.
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat Kusnali, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, serta jajaran pejabat struktural dan staf.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jabar Kusnali dalam sambutannya mengajak warga binaan memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat pembinaan kepribadian. Ia menekankan bahwa proses pembinaan tidak hanya menyentuh aspek keterampilan, tetapi juga penguatan nilai kebangsaan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Bulan Ramadan menjadi ruang refleksi untuk meningkatkan kualitas diri dan memperbanyak amal kebaikan. Pembinaan yang selaras dengan nilai kebangsaan akan memperkuat kesiapan saudara-saudara saat kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya, dikutip dari RRI.
Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani juga memberikan motivasi agar warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan. Ia berharap tumbuhnya semangat cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Pada sesi utama, Agun memaparkan materi 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman.
Menurut dia, nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada tataran normatif, melainkan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.
“Penguatan wawasan kebangsaan penting agar proses pembinaan tidak hanya membentuk kemandirian, tetapi juga karakter kebangsaan yang utuh,” kata Agun.
Ia juga mendorong sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Lapas Kuningan untuk mendukung program pembinaan berkelanjutan. Kolaborasi lintas institusi dinilai krusial dalam memperkuat reintegrasi sosial warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi 4 Pilar menjadi bagian strategis dalam memperkaya pembinaan kepribadian warga binaan.
“Kami siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, guna memastikan pembinaan berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons antusias dari peserta. Melalui sosialisasi ini, warga binaan diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konstitusi dan nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam proses kembali ke masyarakat. []



