Semangkuk Gangan Asam, Sepotong Rindu Menteri P2MI Mukhtarudin Untuk Tanah Kelahiran

Berita Golkar – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin berkesempatan mampir kulineran di kampung halamannya, Jumat (3/7/2026). Ia menyantap semangkuk gangan asam, hidangan kuah kuning yang hangat khas Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Gangan asam menjadi kuliner favorit Mukhtarudin yang sejak lahir tinggal di Kalimantan Tengah. Setiap ada kesempatan mampir ke kampung, kuliner yang selalu ia cari bukan makanan mewah, melainkan hidangan tradisional khas masyarakat Kotawaringin Barat ini.

“Setiap pulang ke Pangkalan Bun, istri saya selalu menyiapkan gangan asam. Rasanya selalu membuat saya seperti kembali ke masa kecil,” ungkap Mukhtarudin, Jumat (3/7/2026), dikutip dari Detik.

Bagi Mukhtarudin, sajian ini bukan sekadar pelepas lapar, tetapi juga obat rindu akan rumah dan kenangan bersama keluarga. Gangan asam dikenal sebagai masakan berkuah kuning yang berasal dari racikan kunyit dan rempah-rempah pilihan.

Cita rasanya memadukan gurih, segar, dan asam dalam komposisi yang seimbang sehingga menghadirkan sensasi khas yang sulit ditemukan pada kuliner daerah lain.

“Keunikan gangan asam juga terletak pada penggunaan bahan-bahan lokal seperti terong asam atau rimbang. Saat musim tertentu, saya menambahkan umbut rotan muda atau latung yang memberikan tekstur renyah sekaligus cita rasa khas hutan Kalimantan, Maknyus,” ujarnya mengulas makanan favoritnya itu.

Ikan air tawar menjadi bahan utama hidangan ini. Mulai dari patin, baung, gabus, toman hingga belida saat musimnya tiba. Daging ikan yang tebal berpadu dengan kuah asam segar menciptakan rasa yang begitu menggugah selera.

Meski setiap keluarga memiliki resep berbeda, kunyit tetap menjadi bumbu utama yang menghasilkan warna kuning alami sekaligus aroma harum yang menggoda.

“Masyarakat Pangkalan Bun biasanya menikmati gangan asam bersama nasi putih hangat, ditemani ikan goreng, udang goreng, ikan asin, sambal terasi, dan aneka lalapan. Perpaduan sederhana itu justru menjadi keistimewaan yang membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya,” katanya.

Tak hanya hadir di meja makan keluarga, gangan asam juga kerap disajikan dalam berbagai acara adat, jamuan tamu, hingga pertemuan keluarga besar. Hidangan ini telah menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Kotawaringin Barat.

Dengan keunikan bahan, cita rasa autentik, serta nilai budaya yang melekat, gangan asam dinilai memiliki potensi besar menjadi ikon wisata kuliner Kotawaringin Barat. Tak sedikit wisatawan yang sengaja berburu hidangan ini saat berkunjung ke Pangkalan Bun.

Bagi Mukhtarudin, gangan asam akan selalu menjadi kuliner favorit yang tak tergantikan. “Di balik kelezatannya, tersimpan kisah tentang keluarga, tradisi, dan kecintaan pada tanah kelahiran yang terus hidup dalam setiap semangkuk gangan asam,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *