Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa Berdampak Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis (9/7/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Fauzan, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Reinhard Abdul Haris, Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka, para pimpinan perguruan tinggi, dosen pembimbing lapangan, serta insan pers.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa, Nusa Tenggara Timur masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang kompleks. Kondisi geografis, iklim, dan berbagai persoalan struktural menyebabkan tingginya angka stunting serta masih banyaknya masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah pedesaan.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi, agar ilmu pengetahuan dapat hadir secara nyata di tengah masyarakat.
“Kampus selama ini sering dipandang sebagai menara gading. Hari ini paradigma itu berubah. Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat,” ujar Melki, dikutip dari RRI.
Ia berharap kehadiran 2.319 mahasiswa di desa-desa mampu menghadirkan pendekatan yang lebih ilmiah dalam memetakan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di NTT.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa di desa-desa nantinya kita harapkan agar seluruh masalah di NTT ini bisa didekati secara lebih saintifik ilmiah dan juga bisa kita carikan solusi berbasis saintifik ilmiah,” katanya.
Melki Laka Lena juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembangunan desa. Menurutnya, digitalisasi harus menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan data pembangunan.



