Firman Soebagyo Inovasikan Sosialisasi Empat Pilar MPR Lewat Pelatihan Biosaka, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Berita GolkarWakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, terus menghadirkan pendekatan baru dalam menyosialisasikan Empat Pilar MPR RI. Kali ini, sosialisasi tidak dilakukan melalui forum konvensional, melainkan dikemas secara interaktif melalui video conference bersama para pegiat dan relawan Biosaka yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Anasar, penemu, inisiator, sekaligus motivator Gerakan Biosaka di Jawa Tengah. Forum ini diikuti para relawan, penyuluh pertanian, serta kelompok tani yang selama ini aktif mengembangkan Biosaka sebagai salah satu inovasi pertanian berbasis kearifan lokal.

Dalam kesempatan itu, Firman menegaskan bahwa nilai-nilai Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti sebagai konsep yang hanya dipahami secara teoritis. Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

“Penguatan wawasan kebangsaan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sosialisasi Empat Pilar harus hadir di tengah kehidupan petani, memberi solusi atas persoalan yang mereka hadapi, sekaligus memperkuat semangat gotong royong untuk membangun bangsa,” ujar Firman.

Politisi senior Partai Golkar ini menjelaskan, pemanfaatan Biosaka merupakan contoh nyata bagaimana inovasi karya anak bangsa dapat menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila. Selain mendorong produktivitas pertanian, Biosaka juga dinilai mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap biaya produksi yang tinggi melalui pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar.

Menurut Firman, pembangunan sektor pertanian tidak hanya berbicara mengenai peningkatan produksi, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya mewujudkan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam sila kelima Pancasila.

“Makna Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dapat dirasakan ketika petani memperoleh akses terhadap teknologi yang murah, mudah diterapkan, ramah lingkungan, dan mampu meningkatkan hasil panen. Saat petani semakin mandiri dan sejahtera, di situlah nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Firman yang juga menjabat Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini.

Selain memberikan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pelatihan teknis penggunaan Biosaka yang dipandu langsung oleh Anasar. Para peserta memperoleh penjelasan mengenai cara pembuatan, teknik aplikasi di lahan pertanian, hingga manfaat Biosaka dalam meningkatkan kesehatan tanaman, menekan biaya budidaya, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Firman menilai inovasi lokal seperti Biosaka patut terus dikembangkan karena sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pertanian yang berkelanjutan.

Ia juga mengingatkan bahwa peran petani memiliki dimensi strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, keberhasilan petani menghasilkan pangan merupakan bentuk nyata bela negara yang sering kali luput dari perhatian.

“Petani bukan hanya memproduksi bahan pangan, tetapi juga menjaga kedaulatan bangsa. Ketika petani mampu menghasilkan pangan secara mandiri, meningkatkan produktivitas lahannya, dan ikut menjaga keberlanjutan lingkungan, sesungguhnya mereka sedang menjalankan salah satu bentuk bela negara yang sangat penting bagi masa depan Indonesia,” ungkap Firman.

Di akhir kegiatan, Firman menyampaikan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi dengan para pegiat Biosaka di berbagai daerah, khususnya di daerah pemilihannya di Jawa Tengah. Menurutnya, sinergi antara anggota MPR RI, inovator pertanian, penyuluh, relawan, dan kelompok tani menjadi modal penting dalam mempercepat terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Ke depan, pelatihan seperti ini akan terus kami dorong agar menjangkau lebih banyak desa dan kelompok tani. Kolaborasi antara MPR RI, para inovator seperti Pak Anasar, penyuluh, dan relawan harus terus diperkuat. Negara akan semakin kokoh apabila petaninya kuat, produktif, dan sejahtera. Karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus selalu berjalan beriringan dengan inovasi yang benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkas legislator asal Dapil Jawa Tengah III ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *