Muhammad Nur Purnamasidi Ajak Masyarakat Ubah Sampah Plastik Jadi Sumber Ekonomi

Berita Golkar – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia. Di tengah meningkatnya volume sampah setiap tahun, keterlibatan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mengurangi pencemaran sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari limbah yang selama ini dianggap tidak berguna.

Komitmen tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Nur Purnamasidi, saat membuka Bimbingan Teknis Pengolahan Sampah Plastik di Kabupaten Jember yang diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Rumah Makan Jivi, Kecamatan Umbulsari, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Umbulsari. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan sampah plastik, mulai dari teori hingga praktik pengolahan yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bang Pur itu mengungkapkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 34 juta ton sampah setiap tahun. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 46 persen yang berhasil dikelola, sedangkan sisanya masih dibuang sembarangan dan mencemari lingkungan.

“Persoalan sampah adalah persoalan kita bersama. Sampai hari ini belum ada solusi yang benar-benar mampu menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh,” ujar Bang Pur, dikutip dari KabarJelas.

Menurutnya, selama ini pengelolaan sampah masih didominasi oleh pemerintah. Padahal, tanpa keterlibatan masyarakat, persoalan sampah akan terus menjadi masalah yang berulang.

Bang Pur menyoroti kondisi di banyak desa yang masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Kebiasaan tersebut tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahaya sampah plastik apabila tidak ditangani dengan baik. Plastik yang terurai menjadi partikel sangat kecil atau mikroplastik dapat mencemari tanah, air hingga udara. Karena itu, masyarakat perlu mulai mengubah pola pikir bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga dapat menjadi sumber ekonomi apabila dikelola dengan benar.

Selain itu, Bang Pur berharap pelatihan yang diberikan BRIN tidak berhenti pada penyampaian materi semata, tetapi mampu melahirkan kelompok-kelompok masyarakat yang serius mengembangkan usaha pengelolaan sampah plastik.

Materi hingga Praktik Pengolahan Sampah
Usai sambutan pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Pengolahan Sampah Plastik yang disampaikan oleh Faizinal Abidin, S.T., M.T., Analis Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ahli Muda BRIN.

Dalam pemaparannya, Faizinal membekali peserta dengan materi mengenai pengelolaan sampah nasional, jenis, kegunaan dan dampak plastik, teknik penanganan sampah plastik, serta peluang bisnis dari pengelolaan sampah.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengelolaan sampah berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, termasuk pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya agar proses pengolahan menjadi lebih efektif.

Selain menjelaskan teori, Faiz menguraikan klasifikasi sampah menjadi organik, anorganik, B3 (bahan berbahaya dan beracun), serta residu. Ia juga menjelaskan bahaya mikroplastik yang berasal dari penguraian sampah plastik dan dapat mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik.

Tak hanya menyampaikan materi, Faiz juga mengajak peserta melakukan praktik langsung pengelolaan sampah plastik. Para peserta diperlihatkan proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *