Gubernur NTT Melki Laka Lena Dorong Penyelesaian Konflik Adonara hingga ke Akar Permasalahan

Berita GolkarGubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menyelesaikan konflik horizontal di Adonara secara menyeluruh dengan mengedepankan rekonsiliasi dan penyelesaian akar persoalan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Melki saat memimpin Rapat Koordinasi Penyelesaian Konflik antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, di Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin (3/8/2026).

Rapat koordinasi dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT serta pimpinan perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat sinergi dalam mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak 6 Maret 2026.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya menghentikan bentrokan, tetapi harus mampu menyelesaikan akar permasalahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Untuk kejadian yang terjadi di Adonara ini mesti kita cari cara untuk segera diselesaikan. Kita mesti cari akar persoalannya agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari,” tegas Gubernur Melki, dikutip dari NTTHits.

Konflik yang terjadi di Adonara telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, tiga orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, 68 unit rumah terbakar, sembilan sepeda motor hangus terbakar, serta 14 unit peralatan elektronik mengalami kerusakan.

Melihat besarnya dampak tersebut, Gubernur Melki mengimbau seluruh masyarakat, khususnya kedua kelompok yang bertikai, agar menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Menurutnya, perdamaian hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak mengedepankan dialog, saling menahan diri, dan bersama-sama membangun kembali hubungan sosial yang harmonis.

Pemerintah Provinsi NTT, kata Melki, akan terus mengawal proses penyelesaian konflik hingga tercapai kesepakatan damai yang dapat diterima semua pihak. Melalui koordinasi bersama Forkopimda, pemerintah juga akan memperkuat langkah-langkah penanganan secara terukur, komprehensif, dan berorientasi pada rekonsiliasi.

Dengan upaya tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap masyarakat Adonara dapat segera kembali menjalani kehidupan yang aman, damai, dan harmonis setelah berbulan-bulan dilanda konflik. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *