Airlangga Hartarto Tekankan Teknologi dan Inovasi Harus Picu Pembangunan Inklusif

Berita GolkarMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk memastikan pembangunan global berlangsung inklusif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang paling membutuhkan.

Menurut Airlangga, transformasi digital dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas manfaat pembangunan, terutama bagi kelompok masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap peluang ekonomi dan layanan.

“Pembangunan yang tangguh harus inklusif. Kemajuan yang kita capai harus dapat dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Teknologi dan inovasi perlu kita manfaatkan untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal,” ujar Airlangga dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026), dikutip dari Kompas.

Pemanfaatan teknologi digital, kata dia, dapat membuka akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan, meningkatkan produktivitas, memperkuat konektivitas, serta menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya belum memperoleh manfaat pembangunan secara optimal.

Namun, Airlangga mengingatkan agar transformasi digital tidak justru memperlebar kesenjangan. Karena itu, kerja sama antarnegara melalui BRICS dinilai penting untuk memperkuat kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan akses terhadap teknologi, khususnya bagi negara-negara berkembang.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden RI Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Indonesia mendorong agar pembangunan berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, serta pengurangan risiko bencana ditempatkan dalam satu kerangka kebijakan yang saling memperkuat.

Airlangga menilai BRICS dapat mengambil peran lebih besar dalam memastikan agenda pembangunan global tidak meninggalkan negara berkembang maupun kelompok masyarakat rentan.

Selain mendorong pemanfaatan teknologi secara inklusif, Indonesia juga memandang penting keterlibatan negara berkembang dalam pembentukan agenda pembangunan global setelah 2030, seiring semakin dekatnya target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Indonesia mendorong BRICS tidak hanya menjadi forum pembahasan tantangan pembangunan, tetapi juga menghasilkan kerja sama konkret yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Melalui keikutsertaan dalam KTT BRICS 2026, Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendorong kerja sama internasional yang berorientasi pada pembangunan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. []