Berita Golkar – Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) menggelar rapat membahas block seat, terhadap maskapai penerbangan dari Bangka menuju Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Diketahui block seat merupakan skema kerja sama maskapai dengan pemerintah daerah untuk memesan sejumlah kursi tertentu, guna menjamin keterisian penumpang.
Dalam rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, Haris dan pihak maskapai.
“Kita minta agar ada kursi untuk Forkopimda Provinsi Bangka Belitung, ada enam kursi yang disediakan. Jadi satu jam tidak ada, maka boleh dijual. Jadi, ini untuk semua maskapai,” ujar Hidayat Arsani, dikutip dari Tribunnews.
Hidayat Arsani menegaskan hadirnya block seat bagi Forkopimda Provinsi Bangka Belitung, menjadi bagian penting mengingat daerah geografis Kepulauan.
“Kita usulkan, jangan sampai Pak Kapolda, Pak Kajati dipanggil Jaksa Agung, tahu-tahu tidak bisa berangkat. Misal saya dipanggil Presiden, tiba-tiba tidak bisa berangkat, berisiko kan?. Pak Kapolda, dipanggil Kapolri tiba-tiba mendadak tidak bisa berangkat. Jadi kita minta maskapai menahan satu jam, untuk enam seat,” bebernya.
Sementara itu untuk realisasi block seat, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung masih perlu mengatur sejumlah hal teknis lainnya. “Dulu juga sudah pernah berlaku, jadi kita bikin surat dulu,” ungkapnya. []



