Bahlil Mini Soccer Asyik Digelar, Partai Golkar Jatim Dorong Pelajar Belajar Kepemimpinan Lewat Sepak Bola

Berita Golkar – Golkar Jawa Timur mengharapkan gelaran Bahlil Minisoccer tidak hanya sekadar menjadi ajang kompetisi olah raga tingkat SMA sederajat, tetapi menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, gotong royong, dan kebinekaan bagi generasi muda.

“Sepak bola memiliki nilai yang sejalan dengan karakter gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” kata Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi melalui Arif Fathoni saat membuka Bahlil Minisoccer Asyik zona Mojokerto, Kamis (17/9/2026), dikutip dari AntaraNews.

Fathoni mengatakan, sepak bola adalah ajang mengasah gotong royong sebagaimana karakter bangsa Indonesia.

“Memberikan pendidikan politik tidak harus dalam ruang-ruang seminar,” kata Arif Fathoni saat menyampaikan pesan Ali Mufthi di hadapan ratusan peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.

Menurutnya, olah raga juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi muda.

“Sepak bola mengajarkan setiap pemain untuk memahami peran masing-masing sekaligus bekerja sebagai bagian dari sebuah tim,” katanya.

Dalam sebuah pertandingan, kata dia, setiap pemain memiliki posisi dan tanggung jawab berbeda tetapi seluruhnya harus bergerak dalam satu tujuan untuk mencapai hasil yang sama.

“Sepak bola juga bisa menjadi instrumen untuk mendorong lahirnya calon-calon pemimpin bangsa. Dalam satu tim sepak bola ada banyak posisi dalam bermain, namun disatukan dalam tujuan yang sama, yakni memenangkan pertandingan,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan permainan sepak bola dengan realitas keberagaman masyarakat Indonesia. Perbedaan suku, agama maupun ras tidak menghalangi seseorang untuk bekerja sama ketika berada dalam satu tim.

“Semua bersatu dalam satu tim meski berbeda suku, agama dan ras. Bhinneka Tunggal Ika hidup dalam laku kehidupan sehari-hari,” katanya.

Arif Fathoni berpesan kepada para peserta agar menjadikan turnamen tersebut bukan hanya sebagai arena mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan membangun sportivitas dan kebersamaan.

“Selamat bertanding adik-adik sekalian, jaga sportivitas. Sampai jumpa di laga final Oktober mendatang,” ujarnya. []