Bupati Abdusy Syakur Kukuhkan Nyaneut Festival sebagai Ikon Wisata Budaya Garut

Berita GolkarBupati Garut Abdusy Syakur Amin resmi membuka Nyaneut Festival 2026 di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kamis (30/7/2026) malam.

Festival budaya yang telah memasuki penyelenggaraan ke-13 itu tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi minum teh khas masyarakat Cigedug, tetapi juga semakin mengukuhkan posisinya sebagai daya tarik wisata nasional setelah masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN).

Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa Nyaneut bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan identitas budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan sebagai salah satu keunggulan Kabupaten Garut.

“Nyaneut adalah tradisi lokal yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Saya percaya tradisi seperti ini adalah identitas atau ciri khas orang Cigedug, orang Garut, dan orang Indonesia. Seterusnya kita harus kembangkan dengan sebaik-baiknya dan juga menjadi keunggulan Kabupaten Garut,” kata Syakur, dikutip dari GosipGarut.

Nyaneut merupakan tradisi khas masyarakat perkebunan teh di kawasan pegunungan. Tradisi ini lahir dari kebiasaan para pemetik teh yang berkumpul di sekitar perapian (hawu) seusai bekerja. Sambil menghangatkan tubuh dengan teh panas yang disajikan dalam bambu dan menikmati palawija bakar, mereka saling bertukar cerita, mempererat persaudaraan, serta menjaga semangat kebersamaan.

Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi sebuah festival budaya yang menampilkan kekayaan kearifan lokal Garut. Tahun ini, penyelenggara mengangkat tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti” atau Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray, sebagai simbol ajakan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menilai penyelenggaraan Nyaneut Festival selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis budaya melalui semangat Pesona Garut Maju Berbudaya.

Ia berharap festival budaya seperti Nyaneut terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar menjadi ruang yang berkelanjutan bagi para seniman, budayawan, dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya sekaligus memperkenalkan budaya Garut kepada wisatawan.

Dukungan juga datang dari Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar. Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha.

“Di balik satu destinasi wisata seperti di tempat ini, ada ribuan orang yang bekerja di belakangnya, ada ratusan UMKM yang terlibat, dan ada banyak harapan anak-anak terhadap kemajuan daripada desa yang menjadi destinasi usaha ini. Oleh karena itu bagi kami sangat mendukung kegiatan pariwisata,” ujar Muslimin.

Sementara itu, Pupuhu Nyaneut Festival 2026, Dasep Badrusalam, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ke-13 sejak festival pertama digelar. Ia menjelaskan, secara historis Nyaneut juga memiliki keterkaitan dengan jejak dakwah Kanjeng Sunan Gunung Djati di wilayah Priangan Timur yang menggunakan pendekatan budaya dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan.

Menurut Dasep, kata Nyaneut mengandung filosofi menyambungkan rasa antarsesama manusia, mempererat hubungan manusia dengan alam, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai wujud rasa syukur.

Masuknya Nyaneut Festival ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara menjadi capaian penting yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Garut sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Jawa Barat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Garut, Bank Indonesia, Bank BJB, serta seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh kepada Komunitas Budaya Nyaneut,” tutur Dasep. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *