Di Era Bupati Syarwani, Investasi ke Bulungan Melonjak dari Rp1,5 Triliun ke Rp20,8 Triliun

Berita Golkar – Lonjakan investasi yang masuk ke Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, dalam lima tahun terakhir mulai menunjukkan dampak nyata terhadap terbukanya peluang kerja bagi masyarakat.

Hingga tahun 2025, realisasi investasi di daerah tersebut mencapai Rp20,8 triliun, meningkat tajam dibandingkan tahun 2020 yang hanya berada di kisaran Rp1,5 triliun.

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, tingginya nilai investasi yang masuk tidak hanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor, tetapi juga menjadi sumber utama terbukanya lapangan pekerjaan di berbagai sektor usaha.

“Kami sampaikan bahwa potensi, preferensi, dan lowongan pekerjaan yang ada di Kabupaten Bulungan juga bersumber dari pelaku usaha di Bulungan,” ucapnya, Minggu (14/6/2026), dikutip dari Tribunnews.

Menurut Syarwani, realisasi investasi tahun 2025 sebesar Rp20,8 triliun terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,8 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8 triliun.

Capaian tersebut melampaui target investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk Kabupaten Bulungan sebesar Rp14,5 triliun.

Bahkan, angka itu jauh lebih tinggi dibanding target internal yang ditetapkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bulungan yang hanya berada di kisaran Rp3 triliun.

“Di tahun 2020 investasi yang ada di Bulungan kurang lebih Rp1,5 triliun, baik PMDN maupun PMA. Kemudian pada tahun 2025 realisasi akumulatif investasi kita mencapai Rp20,8 triliun,” sebutnya.

Pertumbuhan investasi yang signifikan tersebut menunjukkan Bulungan semakin menjadi tujuan investasi yang menjanjikan di Kalimantan Utara.

Berbagai proyek yang berkembang di daerah itu turut mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, baik tenaga terampil maupun tenaga kerja lokal.

Tren positif tersebut juga berlanjut pada tahun 2026. Hingga triwulan pertama, realisasi investasi di Kabupaten Bulungan telah mencapai sekitar Rp10 triliun.

Padahal, target investasi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk Bulungan pada tahun ini berada di angka sekitar Rp16 triliun, sementara target internal DPMPTSP Bulungan sebesar Rp14 triliun.

“Di triwulan pertama saja kita sudah mencapai Rp10 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Kabupaten Bulungan terus meningkat,” ujarnya.

Syarwani menilai, tingginya minat investasi harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar peluang yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal.

Ia berharap pertumbuhan investasi yang terus meningkat dapat menjadi motor penggerak perekonomian daerah, sekaligus membantu menekan angka pengangguran terbuka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bulungan. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *