Edy Pratowo Pacu Konsolidasi, Musda DPD II Partai Golkar se-Kalteng Ditarget Tuntas Agustus 2026

Berita Golkar – Partai Golkar Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan seluruh Musyawarah Daerah (Musda) DPD II di 14 kabupaten dan kota rampung paling lambat pertengahan Agustus 2026.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat daerah serta mempersiapkan pelantikan kepengurusan secara serentak.

Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, Edy Pratowo mengatakan hingga saat ini sembilan DPD II kabupaten/kota telah menyelesaikan pelaksanaan Musda. Sementara itu, lima daerah lainnya masih menjalani proses konsolidasi internal sebagai persiapan pelaksanaan Musda.

“Daerah-daerah tersebut masih melakukan konsolidasi pelaksanaan Musda di wilayah masing-masing. Sebab, masih terdapat beberapa nama yang sedang kami pertimbangkan untuk memimpin DPD,” ujar Edy, Senin (27/7/2026), dikutip dari ProKalteng.

Dia menyebutkan daerah yang masih berproses di antaranya Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Timur, dan Sukamara. Pembahasan tidak hanya mencakup jadwal pelaksanaan Musda, tetapi juga penentuan figur yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin DPD II Partai Golkar di masing-masing daerah.

Menurut Edy, proses tersebut tidak memengaruhi kepengurusan DPD tingkat provinsi. Konsolidasi organisasi akan dilaksanakan setelah seluruh tahapan Musda DPD II selesai.

“Proses tersebut tidak memengaruhi kepengurusan DPD tingkat provinsi. Konsolidasi organisasi akan dilakukan setelahnya. Adapun penyelenggaraan Musda DPD II ditargetkan selesai paling lambat akhir Agustus,” katanya.

DPD Partai Golkar Kalteng berharap seluruh Musda dapat dirampungkan lebih awal agar pelantikan pengurus DPD provinsi bersama seluruh DPD II kabupaten/kota dapat dilaksanakan secara bersamaan dalam satu agenda.

“Apabila seluruh Musda di kabupaten dan kota telah selesai, kami berharap pelantikan pengurus DPD provinsi dan seluruh DPD kabupaten/kota dapat dilaksanakan secara bersamaan dalam satu agenda,” jelasnya.

Musda DPD II merupakan forum organisasi Partai Golkar untuk memilih ketua di tingkat kabupaten dan kota sekaligus menyusun kepengurusan baru. Hingga akhir Juli 2026, sembilan daerah telah menuntaskan proses tersebut, sedangkan lima daerah lainnya masih menjalankan tahapan konsolidasi.

Selain menjadi agenda organisasi, Musda Golkar Kalteng juga dipandang sebagai momentum menyiapkan kader yang memiliki kemampuan memimpin partai dalam menghadapi dinamika politik pada masa mendatang.

“Tantangan dan peluang politik ke depan tentu akan terus ada. Oleh karena itu, kami harus mempersiapkan kader yang memiliki kemampuan dan kapasitas untuk menghadapinya,” ungkap Edy.

Dia mencontohkan kondisi Partai Golkar di Kabupaten Kotawaringin Timur yang saat ini memiliki satu unsur pimpinan DPRD. Menurutnya, kondisi tersebut masih membuka peluang bagi partai untuk meningkatkan perolehan kursi pada pemilihan legislatif berikutnya.

“Saat ini Partai Golkar di Kotawaringin Timur memiliki satu unsur pimpinan DPRD. Ke depan, kami melihat peluang untuk menambah jumlah kursi masih sangat terbuka, dan itulah yang menjadi salah satu fokus perjuangan partai,” tuturnya.

Edy berharap seluruh pelaksanaan Musda Golkar Kalteng tetap mengedepankan semangat persatuan dan musyawarah mufakat. Menurutnya, sembilan Musda yang telah digelar berlangsung kondusif tanpa melalui mekanisme pemungutan suara.

“Apabila suatu keputusan dapat dicapai melalui musyawarah mufakat, tidak perlu dilakukan pemungutan suara. Kami ingin seluruh kader Partai Golkar mengedepankan semangat kebersamaan, karena musyawarah mufakat mencerminkan persatuan dan keutuhan organisasi,” pungkasnya. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *