Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang mengubah paradigma pengabdian masyarakat menjadi gerakan sosial yang berorientasi pada hasil nyata. Di tingkat regional, program tersebut diimplementasikan oleh LLDIKTI Wilayah XV melalui Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN).

Melalui KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 Tahun 2026, sebanyak 2.319 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu diterjunkan ke wilayah prioritas penanganan stunting dan kantong-kantong kemiskinan di NTT. Para mahasiswa dibentuk dalam tim lintas disiplin sehingga mampu menghadirkan solusi yang komprehensif.

Permasalahan stunting, misalnya, tidak hanya ditangani dari aspek kesehatan, tetapi juga dikaitkan dengan ketersediaan air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penguatan literasi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga diharapkan memperkuat pelayanan Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK), melakukan digitalisasi pencatatan data pertumbuhan balita, meningkatkan edukasi mengenai 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta mendampingi masyarakat dalam berbagai program pemberdayaan.

Gubernur Melki optimistis kehadiran mahasiswa akan memberikan dampak nyata sebagaimana keberhasilan pelaksanaan GENTASKIN Batch 1. “Kami berharap GENTASKIN Batch 2 membawa perubahan yang signifikan di desa-desa sasaran, dan kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya tegas. []