Gubernur Melki Laka Lena Siapkan Peta Jalan Transisi Energi Menuju NTT Net Zero 2050

Berita Golkar – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan penyusunan peta jalan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan menjadi langkah strategis untuk mewujudkan target Net Zero Emission (NZE) 2050 di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan dampak perubahan iklim.

“Perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang dampaknya semakin nyata kita rasakan, termasuk di seluruh wilayah NTT. Karena itu, pembangunan ke depan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” katanya di Kupang, Kamis (2/7/2028).

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Kickoff Meeting : Studi Roadmap Dekarbonisasi Sektor Ketenagalistrikan Nusa Tenggara Timur Menuju Net Zero Emission 2050 yang diselenggarakan Institute For Essential Service Reform (IESR)

Dia menjelaskan, perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang dampaknya semakin nyata dirasakan, termasuk di seluruh wilayah NTT. Karena itu, pembangunan ke depan harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Menurut Melki, perubahan iklim telah menjadi tantangan global yang dampaknya semakin nyata dirasakan di seluruh wilayah NTT, mulai dari musim kemarau yang semakin panjang hingga meningkatnya ancaman terhadap sektor pertanian, perikanan, ketahanan pangan, dan risiko bencana hidrometeorologi.

Di sisi lain lanjut dia, kebutuhan energi di NTT terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, pembangunan kawasan industri, pengembangan pariwisata, hilirisasi sumber daya alam, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, menurut dia, pemerintah daerah menghadapi tantangan untuk memastikan peningkatan kebutuhan energi tersebut dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon.

“Tantangan kita adalah memastikan peningkatan kebutuhan energi tersebut dapat dipenuhi melalui sistem ketenagalistrikan yang andal sekaligus rendah emisi karbon,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.

Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan visi NTT Net Zero Emission 2050 sebagai bentuk komitmen mewujudkan pembangunan yang rendah karbon dan berketahanan terhadap perubahan iklim.

Ia menilai peta jalan dekarbonisasi harus mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi ketenagalistrikan saat ini, proyeksi kebutuhan listrik, potensi energi baru terbarukan, berbagai skenario transisi energi, hingga strategi implementasi yang sesuai dengan karakteristik geografis, sosial, dan ekonomi NTT.

Selain itu, NTT memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih yang bersumber dari tenaga surya, air, angin, dan panas bumi.

Melki mencontohkan Pulau Sumba yang dikenal sebagai pelopor Sumba Iconic Island, melalui pemanfaatan tenaga surya, mikrohidro, biomassa, dan energi angin sebagai bukti bahwa wilayah kepulauan mampu menjadi laboratorium transisi energi di Indonesia.

Menurut dia, potensi tersebut merupakan modal strategis untuk membangun sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan.

Pemanfaatan sumber daya energi lokal, lanjutnya, tidak hanya akan meningkatkan bauran energi terbarukan dan memperluas akses listrik hingga ke pulau-pulau kecil, tetapi juga membuka peluang investasi hijau, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, serta memperkuat ketahanan energi.

“Harapan kita, peta jalan ini nantinya tidak hanya menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan sektor ketenagalistrikan, tetapi juga menjadi landasan untuk menarik investasi energi bersih, mempercepat pemanfaatan energi terbarukan, meningkatkan akses listrik yang berkualitas, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah menuju pembangunan yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” kata Melki. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *