Berita Golkar – Pemerintah Kota Kediri menyoroti isu perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Selain menegaskan komitmen menciptakan sekolah yang aman, Pemkot juga mendorong penguatan peran strategis guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai garda depan deteksi dini masalah siswa.
Walikota Kediri, Vinanda Prameswati menegaskan bahwa praktik bullying masih menjadi perhatian serius dan harus dihapus melalui keterlibatan semua pihak.
Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siswa untuk belajar tanpa rasa takut. Karena itu, upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas perundungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Ini tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah, guru, siswa, hingga masyarakat. Kita ingin anak-anak merasa aman di sekolah tanpa gangguan, baik dari teman maupun lingkungan sekitar,” ujarnya, dikutip dari Jatimnow.
Ia menambahkan, peringatan Hardiknas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk dari sisi perlindungan terhadap siswa.
Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, menekankan pentingnya optimalisasi peran guru BK dalam mencegah berbagai persoalan siswa, termasuk bullying. Guru BK dinilai memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dan mampu membaca perubahan perilaku siswa.
“Guru BK harus peka terhadap tanda-tanda awal, seperti perubahan sikap, keterlambatan, hingga kebiasaan bolos. Dari situ bisa dideteksi lebih dini apakah ada masalah, termasuk potensi perundungan,” jelasnya.
Mandung menyebut, pihaknya juga akan mengaktifkan kembali klinik pendidikan yang melibatkan pengawas, kepala sekolah, internal dinas, hingga psikolog untuk menangani persoalan siswa secara lebih komprehensif.
Selain bullying, Dinas Pendidikan juga mewaspadai isu lain seperti indikasi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar berdasarkan informasi dari BNN. Hal ini semakin menegaskan pentingnya peran guru BK dalam melakukan pengawasan dan pendampingan.
“Peran guru BK harus diperkuat. Mereka menjadi ujung tombak dalam memastikan siswa tetap berada dalam lingkungan yang sehat dan aman,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemkot Kediri juga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana. Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pemberian seragam gratis bagi siswa SD dan SMP.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Kediri berharap tercipta sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas bullying. Upacara Hardiknas 2026 sendiri juga dilaksanakan secara serentak di seluruh SD dan SMP se-Kota Kediri. []



