Hetifah Sebut Balikpapan Jadi Best Practice Pendidikan Nasional

Berita Golkar – Komisi X DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap tata kelola pendidikan di Kota Balikpapan yang sukses menjadi acuan (best practice) nasional. Balikpapan dinilai berhasil menerapkan sistem pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Alhamdulillah, Kota Balikpapan adalah salah satu kota yang menurut kami menjadi panutan atau acuan, menjadi best practice teladan di dalam hal pendidikan,” ujar Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, saat menghadiri peletakan batu pertama Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balikpapan Tengah, Jumat (5/6/2026), dikutip dari RRI.

Hetifah menyoroti keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam membangun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) negeri yang belum tentu dimiliki oleh daerah lain.

Selain itu, dukungan penuh pemkot tidak hanya berfokus pada sekolah negeri, melainkan juga menyentuh sektor pendidikan nonformal, informal, sekolah swasta, hingga kesejahteraan guru.

Komisi X DPR RI berkomitmen membawa model keberhasilan Balikpapan ke tingkat nasional melalui tiga strategi utama:

• Rujukan Regulasi: Menjadikan model pendidikan Balikpapan sebagai acuan dalam penyusunan Revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

• Undangan ke Parlemen: DPR RI akan mengundang Wali Kota Balikpapan dan Kepala Dinas Pendidikan untuk memaparkan keberhasilan mereka secara langsung di Senayan.

• Sinergi Anggaran: Mendorong integrasi anggaran pendidikan dari pemerintah kota, provinsi, hingga pemerintah pusat guna mengoptimalkan program pendidikan.

Hetifah juga menegaskan pentingnya memberikan kepastian bagi para pendidik. Fokus utama perjuangan legislatif ke depan meliputi kejelasan status kepegawaian, kepastian jam mengajar, peningkatan kompetensi berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, serta perlindungan hukum bagi guru.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, pun menjelaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu program unggulan daerah yang terus diperbaiki.

Berkat inovasi kolaborasi dengan sekolah swasta, Pemkot Balikpapan pada 2026 baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Pemerintah Kota Balikpapan telah menerima penghargaan dari Kementerian Dasar dan Menengah yang diterima oleh Wali Kota atas inovasi terkait seleksi penerimaan murid baru dan kolaborasi dengan sekolah swasta,” ucap Irfan.

Pada tahun 2026, terdapat sekitar 13.000 murid lulusan SD yang akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara itu, daya tampung dari 28 SMP negeri yang tersedia hanya mampu mengakomodasi 8.500 siswa.

Untuk mengantisipasi 4.500 siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemkot Balikpapan menjalin kerja sama resmi dengan belasan sekolah swasta dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Beberapa sekolah swasta yang terlibat dalam sinergi ini antara lain:

SMP Swasta: SMP PGRI 4, SMP YPI, SMP Sinar Pancasila, SMP Al Hassan, SMP PJHI, SMP PGRI 2, SMP Wiyata Mandala, SMP PGRI 7, dan SMP Al Ula.

Sekolah Islam Terpadu & Pesantren: SMIT As’Sadiyah Manuntung, SMP Plus Nurul Khaerat, SMPIT Al Azhar Prona.Madrasah Tsanawiyah: MTs Ibnu Khaldun dan MTs Sabilal Muhtadin.

Selain berkolaborasi dengan pihak swasta, Pemkot Balikpapan juga terus membangun infrastruktur baru. Beberapa sekolah yang telah dibangun meliputi SMPN 24, SMPN 25, SMPN 26, SMPN 27, dan SMPN 28. Selanjutnya, pemerintah daerah menjadwalkan pembangunan SMPN 29 yang berlokasi di kompleks Grand City. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *