08 Februari 2020

Berita Golkar - Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menyatakan perang terhadap narkoba. Pernyataan itu dikemukakan saat hadiri Konfrensi Pers pengungkapan dan pemusnahan narkoba di BNNP Kalbar di Kantor BNN Kota Pontianak, Jumat (7/2/2020).

"Pemerintah provinsi Kalimantan barat beserta jajaran dan instansi lain bersepakat, bekerja sama untuk semaksimal mungkin untuk membasmi dan perang terhadap narkoba, yang ada di kalbar," jelas Ria Norsan.

Iapun menghimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar bila melihat, mengetahui, ada oknum masyarakat yang menggunakan dan mengedarkan narkoba untuk segera melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. "Ini bukan tugas pemerintah saja tetapi juga tugas masyarakat," tambah Ria Norsan.

Baca Juga: Jadi Kandidat Kuat Ketua Golkar Jateng, Juliyatmono Pilih Merendah

Selanjutnya, terkait peredaran narkoba Mantan Bupati Mempawah itu juga mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi tengah membahas bersama DPRD untuk membentuk payung hukum berupa peraturan daerah untuk menghentikan peredaran narkoba di Kalbar.

"Jadi yang sedang dibuat oleh pemerintah Provinsi dan DPRD serta BNN, yaitu tentang T4GM, yaitu tentang pencegahan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Jadi nanti regulasinya intinya kesitu, secara garis besarnya seperti itu,"jelas Norsan.

Buat Lapas Khusus

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kalbar, Yudanus Dekiwanto yang hadir pada Konfrensi Pers pengungkapan sekaligus pemusnahan barang bukti narkoba di Kantor BNN Kota Pontianak pun angkat bicara. Yudanus Dekiwanto mengatakan bahwa pengawasan di Lapas dan Rutan yang ada di Kalimantan Barat sudah baik.

Baca Juga: Milenial Kota Surabaya Puji Gus Hans Tokoh Muda Berprestasi Di Segala Bidang

"Kami itu setiap saat sering melakukan penggeledahan - penggeledahan, dana ering ditemukan juga handphone dan kemudian di musnahkan. Dan sering juga ada modus - modus pengunjung yang membawa melalui makanan, diselipkan di celana dalam, dan itupun kalau ditemukan akan langsung di musnahkan, pengawasan juga sudah ketat dan rutin," kata Yudanus Dekiwanto.

Kendati pengawasan dan sidak sudah rutin dilakukan, menurutnya saat ini perlu ada sebuah Lapas atau Rutan yang khusus menampung narapidana kasus narkotika, yang nantinya diharap bisa mencegah hal ini terulang kembali.

"Pertanyaan kan kok bisa di kendalikan didalam lapas. Memang di wilayah Kalbar belum ada lapas khusus narkotik, kita tidak bisa menolak semua masuk ke Lapas atau Rutan, Saya selaku kakanwil sedang melakukan pengkajian, ingin mempunyai lapas khusus Narkotika," ucapnya. 

Baca Juga: Bangun SDM Industri 4.0, Menperin Agus Gumiwang Jalin Kerjasama Dengan Singapore Polytechnic

"Mungkin kita akan mengkaji salah satu lapas yang ada disini akan dijadikan lapas khusus narkoba, maka ini perlu ada kajian, Kemudian kita akan mencoba dalam sistem hukumnya mana yang harus di lapas, mana yang harus di rehab," tambah Yudanus Dekiwanto.

Bila mana belum memungkinkan membuat lapas khusus narkoba, pihaknya pun akan mengkaji tentang pembuatan lapas supermaksimum di Kalbar.

"Kita ingin mencoba ada lapas narkotika, minimal ada lapas super maksimum, yang mana di tempat lain ada di Kalbar belum ada, jadi Sekarang hanya lapas dan rutan sifatnya umum, jadi kajian ini akan kami tingkatkan bila ada hal seperti ini. Tapi kalau soal pengawasan kami selalu bekerja sama dengan BNN dan kemudian langsung di musnahkan," jelasnya.

Baca Juga: Adrianus Asia Sidot Tekankan Vokasi Jadi Konten Pendidikan Masa Depan Indonesia

Dirinyapun menekankan akan menindak tegas bilamana ada petugas di lingkungan Lapas atau Rutan yang terlibat penyeludupan barang haram ini.

Tersangka Bungkam

Para tersangka Penyelundupan narkoba yang di amankan oleh BNN bungkam ketika ditanyai oleh Wagub Kalbar Ria Norsan tentang kesiapannya menerima hukuman atas perbuatannya menyelundupkan berkilo - kilo narkoba dari luar negeri ke Indonesia.

BNN Provinsi Kalbar pada pengungkapan ini mengamankan barang bukti sebanyak 5,3349 Kg Narkoba Jenis Sabu, 5015 butir pil Pil Extasi sebarat 2,0297 KG, dan 10. 010 butir Pil jenis Happy Five. Selain itu, pihaknya juga mengamankan satu unit sepeda motor dan 6 unit handphone.

Baca Juga: Koalisi Golkar dan Gerindra Bakal Jadi Kekuatan Besar di Pilkada Bontang 2020

Kelima Tersangka yang di amankan yakni Agus Setiawan Warga Balai Karangan, ayah dari Agus Setiawan, Andi Alpen Warga Binaan Lapas kelas 2 A Pontianak kasus narkoba, Petrus Hunter, warga Binaan Lapas kelas 2 Pontianak terpidana kasus Narkotika dengan hukuman seumur hidup.

Kemudian, Sugito alias pak Ucu warga binaan Rutan kelas 2 A Pontianak perkara Narkotika dengan hukuman 16 tahun penjara, dan terakhir pihaknya mengamankan Irawan warga binaan Rutan Kelas 2 Pontianak, terpidana Hukuman mati perkara Narkotika,

"Siap Ndak di eksekusi,"tanya Norsan saat hadiri konferensi pers BNN Provinsi Kalbar atas pengungkapakan narkoba yang di kendalikan dari penjara. Para tersangka pun hanya bungkam, dan ada di antaranya hanya menggelengkan kepalanya. "Kenapa dulu sampai mau ngedarkan narkoba, apa sebabnya, masalah ekonomi," tanyanya.

Baca Juga: Aburizal Bakrie Bantu Pengobatan Riska Ramadila, Penderita Tumor Ganas Dari Riau

Namun para tersangka pun hanya diam Norsan terlihat tak habis fikir mengapa para tersangka nekat melakukan pekerjaan yang melanggar hukum tersebut. "Negara kita subur, satu saja kata kuncinya, yaitu jangan malas, kalau Ndak malas kita tetap makan," pesannya kepada para tersangka.

Kemudian, Norsan pun beralih pada tersangka Andi Alpen, iapun menyayangkan bahwa Andi nekat mengajak sang anak untuk menjadi kurir narkoba.

Ria Norsan pun sangat mengapresiasi atas keberhasilan BNN Provinsi Kalbar mengagalkan penyelundupan narkoba tersebut, iapun berharap penegak hukum dapat memberikan hukuman yang setimpal agar dapat memberikan efek jera. {pontianak.tribunnews.com}

fokus berita : #Ria Norsan


Kategori Berita Golkar Lainnya