08 Juni 2020

Kasus Positif Corona RI Terus Naik, Bamsoet Minta PSBB Diperketat Bukan Dilonggarkan

Berita Golkar - Pemerintah mulai melonggarkan PSBB dengan beberapa istilah yang dibuat masing-masing pemda, untuk menuju new normal. Namun, kasus positif corona tiap harus justru angkanya terus bertambah.

Pada Minggu (7/6) kemarin, terdapat penambahan kasus positif corona sebanyak 672 orang, sehingga total pasien positif corona di Indonesia sebanyak 31.186.

Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai fakta kasus ini seharusnya disikapi dengan pengetatan PSBB, bukan pelonggaran yang berpotensi memicu kasus-kasus baru.

Baca Juga: Andi Rio Idris Blusukan Malam ke Panyula, Tinjau Korban Banjir dan Bagikan Bantuan Makanan

"Kasus positif COVID-19 saat ini sudah tersebar ke 34 provinsi dan 422 kabupaten/kota dengan penambahan kasus positif sebanyak 672 jiwa sehingga totalnya menjadi 31.186 jiwa, pemerintah harus meminta kepada semua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dari pusat hingga daerah untuk tetap fokus pada penanganan COVID-19 dan memperketat PSBB," ucap Bamsoet, Senin (8/6).

Selain pengetatan PSBB, juga pengetatan protokol kesehatan secara di seluruh daerah, guna menekan angka penambahan kasus dan meluasnya penyebaran COVID-19. Lebih dari itu, Bamsoet mendorong aparat serius mengawasi pelaksanaan PSBB.

"Mendorong pemerintah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk terus berupaya melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pergerakan orang, meningkatkan patroli di berbagai tempat perbelanjaan, baik di pasar maupun di mal yang menjadi pusat kerumunan," bebernya.

Baca Juga: Program Kartu Prakerja, Nurul Arifin Yakinkan Masyarakat Tak Hanya Sembako Dan Uang Tunai Saja

"Tindak tegas pelanggar PSBB, mengingat pusat perbelanjaan mal direncanakan akan mulai dibuka kembali pada 15 Juni mendatang," jelasnya.

Bamsoet juga meminta rapid test harus ditingkatkan secara masif, begitu juga pelacakan history kontak warga yang positif serta diikuti isolasi yang ketat.

"Mengimbau semua pihak untuk mengurangi kegiatan di luar rumah, menghindari dan tidak membuat kerumunan serta mengikuti dengan ketat arahan dan protokol kesehatan dari pemerintah," kata politikus yang juga pengusaha itu. {kumparan.com}

fokus berita : #Bambang Soesatyo