18 November 2020

Ini Cara Golkar DKI Muluskan Langkah Ahmed Zaki Iskandar Jadi Gubernur Gantikan Anies

Berita Golkar - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar merampungkan kegiatan pendidikan politik edisi ke-15, Rabu (18/11). Pada kegiatan yang diselenggarakan di Kantor DPD Golkar, Cikini, Jakarta Pusat tersebut, para peserta dibekali beberapa materi penting terkait cara Golkar bisa meraih sukses dalam pergelaran pemilu dan pilkada.

Sebanyak 100 peserta dari Golkar Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat menjadi peserta dari kegiatan sekolah politik kali ke-15 ini. Mereka cukup antusias mendengarkan dan berdiskusi mengenai materi penting yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Ketua Pelaksana Pendidikan Politik Golkar DKI Jakarta, Firlie Ganinduto menyebut jika kader-kader Golkar harus mengambil banyak ilmu dalam kegiatan ini. Hal itu penting untuk mereka terapkan saat terjun di lapangan, terutama dalam memuluskan langkah Ahmed Zaki Iskandar menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan pada Pilgub 2022.

Baca Juga: Genjot Wisata Mojokerto, Yoko Priyono-Choirun Nisa Bakal Bangun Sirkuit Balap 500 Meter Untuk Milenial

Firlie menilai bahwa memenangkan jagoan usungan partai berlambang pohon beringin di pilkada nanti sangat tergantung dari sejauh mana kerja-kerja kader di lapangan.

"Pendidikan politik ini salah satu cara untuk melakukan konsolidasi. Kader itu diajarkan kreatif dalam kampanye dan bagaimana menyatukan tujuan. Terutama dalam memenangkan Bang Zaki jadi Gubernur DKI Jakarta di pilkada," kata Bendahara DPD Golkar DKI Jakarta itu.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Firlie memastikan bakal secara reguler terus menggelar pendidikan politik. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kapasitas kader-kader Golkar, sehingga mereka siap terjun ke masyarakat. "Ujungnya untuk memenangkan Golkar di pemilu, pilkada yang memenangkan Bang Zaki Iskandar," bebernya.

Baca Juga: Ahmad Doli Kurnia Ajak Masyarakat Kota Sungai Penuh Pilih Pasangan Muda Fikar Azami-Yos Adrino

Dia juga mengingatkan, tak mudah bagi Golkar bisa memenangkan pilkada nanti. Oleh sebab itu, mereka harus belajar meningkatkan kemampuan, sehingga bisa diterima di hati masyarakat dan mampu menyampaikan visi dan misi partai.

Sementara, Dicky Pelupessy yang merupakan Psikolog Sosial UI mengungkapkan satu cara bagaimana kader bisa masuk dan diterima masyarakat. Dia meminta semua kader bisa peka terhadap isu sosial.

"Kita punya satu titik temu antara akademisi dan praktisi politik, dan acara ini mempertemukan titik itu. Kita belajar bersama untuk lebih aware terhadap isu sosial, penting bagi kita untuk bisa membantu masyarakat lebih luas. Hal itu bakal membuat partai bisa diterima secara alamiah oleh masyarakat," Dicky.

Baca Juga: Tegaskan Jaringannya Tetap Solid, Nurdin Halid Siap Maju Lagi di Pilgub Sulsel 2022

Dalam menjalankan kegiatannya ini, DPD Golkar tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku dalam masa pandemi COVID-19 ini. Para peserta yang mengikuti sekolah politik ini dibagi ke dalam dua kelas, hal itu dilakukan sesuai dengan protokol dan menghindari resiko penyebaran virus corona.

Tak hanya itu, dalam kegiatannya DPD Golkar juga menyuarakan kampanye pentingnya menggunakan masker setiap hari untuk para kadernya agar menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.

DPD Golkar DKI Jakarta pun menepati janjinya dengan kembali menggelar program pendidikan politik yang bakal dihelat sebanyak 20 edisi ini. Mereka direncanakan bakal menyelesaikan lima edisi lagi sampai akhir November nanti.

Pendidikan politik ini memang jadi program berkala yang dilakukan untuk meningkatkan kapasitas diri kader Partai Golkar. Tak hanya kader atau ormas sayap partai saja, mereka juga bakal memberikan pendidikan politik kepada masyarakat umum sebagai bentuk tanggung jawab dan menjalankan amanat UUD 1945 Partai Golkar kepada masyarakat. {gatra}

fokus berita : #Firlie Ganinduto #Ahmed Zaki Iskandar