21 Desember 2020

Kalah di Pilkada 2020 Jadi Catatan Buruk Dadang Naser, Kader Golkar Kabupaten Bandung Minta Ganti Ketua

Berita Golkar - Pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati nomor urut 01 yang diusung Partai Golkar, Kurnia Agustina-Usman Sayogi (Nia-Usman) dapat dipastikan kalah di Pilkada Kabupaten Bandung.

Seperti diketahui, Kurnia Agustina merupakan istri Bupati Bandung Dadang Naser yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Bandung.

Akibat kekalahan tersebut, sejumlah kader Partai Golkar berharap kepemimpinan Dadang Naser selaku Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung bisa diganti dalam agenda politik internal Musyawarah Daerah (Musda) yang akan berlangsung pada 24 Desember 2020 mendatang.

Baca Juga: Ganggu Aktivitas Nelayan, Dedi Mulyadi Sarankan Audit Aktivitas Tambang PT Timah di Babel

Sejauh ini muncul beberapa nama kader Partai Golkar yang dinilai siap berebut kursi Ketua DPD untuk periode 2021-2025. Mereka adalah Anang Susanto, Sugianto, Cecep Suhendar, Yanto Setianto dan petahana Dadang M. Naser.

Namun, kekalahan Nia-Usman menjadi catatan tersendiri bagi Dadang Naser sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung 2020. Para kader Golkar di level akar rumput melihat kekalahan itu sebagai catatan buruk bagi Dadang Naser.

"Kang DN (Dadang Naser) menjadi tokoh bersejarah di Golkar Kabupaten Bandung, tapi sekarang cukup menjadi tokoh saja," kata Ketua Himpunan Mahasiswa Kosgoro (Himakos) 1957 Jawa Barat Ichsan Lazuardi di Bandung, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: Mengenal Sosok Sri Mulyani-Yoga Hardaya, Pemenang Pilkada Klaten 2020

Ichsan menambahkan, jasa-jasa Dadang Naser selama memimpin Partai Golkar Kabupaten Bandung selama ini patut dihargai. Namun, kata Ichsan, untuk melanjutkan kepemimpinan DPD Golkar selanjutnya di Kabupaten Bandung butuh figur baru yang lebih mumpuni dan bijaksana demi kekuatan Golkar ke depan.

Sebagai kader Golkar yang selama ini aktif di Kosgoro sebagai organisasi sayap Golkar, Ichsan mengaku sangat menyesalkan kiprah Dadang Naser yang dalam beberapa momentum penting mengalami kegagalan.

"Tentu kegagalan-kegagalan itu jadi catatan penting, misalnya kursi Golkar pada pileg (Pemilu Legislatif) tahun 2019 berkurang, Pilgub Jabar 2018 kalah, dan yang terakhir Pilkada 2020 kalah telak," ujar Ichsan.

Baca Juga: Kalahkan PDIP dan Demokrat, Golkar Juara Umum Pilkada 2020 se-Sumut

Ironisnya, lanjut dia, pada Pilkada 2020 ini, pasangan calon bupati-wakil bupati yang diusung Partai Golkar justru dikalahkan oleh Dadang Supriatna yang merupakan mantan kader partai Golkar yang kemudian diusung oleh PKB dalam Pilkada Kabupaten Bandung.

"Maka kami kira di sinilah entri poinnya, seharusnya beliau (Dadang Naser) menunjukkan tanggung jawabnya kepada partai, yang telah memutuskan untuk mengusung Nia-Usman, di mana hanya kekalahan-kekalahan yang beliau hasilkan atas keputusannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung," papar Ichsan.

Kekecewaan yang sama disampaikan pula salah seorang kader muda Partai Golkar, Wildan. Dia menegaskan, sudah saatnya Dadang Naser memberi kesempatan kepada kader Golkar lainnya dalam melanjutkan estafet kepemimpinan Golkar Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Taufan Pawe Kembali Tunjuk Plt Ketua DPD II Golkar, Kali Ini Bulukumba, Enrekang dan Toraja Utara

"Kekalahan demi kekalahan, itulah yang menjadi kekecewaan kami. Padahal kami sebagai kader muda sangat butuh figur pemimpin yang mumpuni dan matang dalam berstrategi politik. Untuk apa, untuk dijadikan contoh agar kami ke depan mendapatkan bekal ilmu yang kuat sebagai generasi penerus partai,” tuturnya.

Hasil dari Musda DPD Golkar Kabupaten Bandung 24 Desember mendatang, ia berharap terjadi penyegaran di tubuh partai dengan terpilihnya pemimpin yang benar-benar matang guna membawa Golkar kembali ke era kejayaan seperti masa-masa sebelumnya.

"Jujur, saya sebagai kader muda Golkar rindu akan pemimpin yang menjadi panutan semua kader termasuk panutan masyarakat luas, dan bisa merangkul semua kalangan," akunya.

Baca Juga: Dies Natalis UGM, Menko Airlangga Hibahkan 2 Bus Elektrik dan 2 Bus Diesel

Meski demikian, dia tidak menyebut nama sosok pemimpin Golkar yang menurutnya pantas untuk menggantikan posisi Dadang Naser. Namun ia mengaku sangat menginginkan Golkar Kabupaten Bandung sebagai salah satu basis kekuatan Golkar di Jawa Barat, bisa berkembang dengan inovasi yang bermanfaat baik untuk kader juga untuk masyarakat luas.

"Golkar itu organisasi yang pengalaman, berpotensi, dan kita serahkan kepada pemegang suara pada Musda mendatang," tandsnya.

Kendati begitu, ada pula kader-kader Golkar dari sayap partai lainnya yang masih menaruh kepercayaan kepada Dadang Naser untuk kembali memimpin DPD Partai Golkar lima tahun ke depan, seperti ditunjukkan oleh Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kabupaten Bandung, Deden Nugraha.

Dia berharap dengan kepemimpinan yang dilanjutkan, Dadang Naser mampu menjawab keraguan kader Partai Golkar. "Kang Dadang Naser harus bertanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Bandung," pungkas Deden. {bandung.kompas}

fokus berita : #Dadang Naser #Ichsan Lazuardi #Deden Nugraha