09 April 2021

Christina Aryani Dorong Efektivitas KTT ASEAN Untuk Solusi Konflik Politik Myanmar

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR Christina Aryani mengatakan krisis politik di Myanmar masih menjadi perhatian dunia internasional maupun regional di tingkat ASEAN. Untuk menyelesaikan konflik, kata dia, harus segera ditemukan jalan keluar terbaik.

Di tingkat ASEAN, kata Christina Aryani, rencana menggelar pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) diharapkan menjadi upaya yang efektif untuk bisa mendorong solusi terbaik bagi Myanmar.

"Kita lihat nanti efektivitas pertemuan ini. Tapi setidaknya KTT ini menjadi jembatan untuk menyamakan persepsi negara-negara anggota ASEAN demi meningkatkan daya dorong untuk menyelesaikan konflik yang ada," ujar Christina Aryani dalam diskusi daring bertajuk Kondisi Terkini Serta Menanti Peran RI dan ASEAN dalam Penyelesaian Krisis Myanmar, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga: Ruliyono Desak Menkes dan Gubernur Jatim Percepat Vaksinasi Untuk Masyarakat Banyuwangi

Politikus Partai Golkar ini menjelaskan, KTT merupakan badan pengambil kebijakan tertinggi ASEAN yang fungsinya membahas, memberikan arah kebijakan dan mengambil keputusan atas isu-isu utama menyangkut realisasi tujuan ASEAN serta hal-hal pokok yang menjadi kepentingan negara-negara ASEAN.

 

"Artinya ini adalah upaya yang bisa memastikan agar negara-negara anggota ASEAN tidak hanya berdiam diri menyaksikan apa yang saat ini tengah terjadi di Myanmar. Meski kita juga memahami ada prinsip non interference yang menjadi salah satu prinsip perjalanan ASEAN selama ini," ujar Christina.

Dalam kaitan itu, sambung dia, KTT ini menjadi strategis dan mendesak untuk segera dilakukan. Christina menambahkan, peran Indonesia dalam hal ini sangat diharapkan agar KTT ini yang rencananya digelar di Jakarta bisa segera terealisasi.

Baca Juga: Dorong THR dan Gaji Ke-13, Azis Syamsuddin: Ramadhan Momen Tepat Genjot Konsumsi Masyarakat

"Karena ini memang forum penting yang harus diambil jika kita peduli apa yang tengah terjadi. Bahwa kemungkinan terjadi kebuntuan, semisal Myanmar menolak untuk hadir, namun kita memerlukan pemikiran-pemikiran baru untuk menerobos kebuntuan dan saya berharap hal ini bisa menjadi inisiatif Indonesia," tutur anggota DPR dari daerah pemilihan Jakarta ini. {nasional.sindonews}

fokus berita : #Christina Aryani