21 Agustus 2021

Christina Aryani Apresiasi Gerak Cepat Pemerintah Evakuasi 26 WNI Dari Afghanistan

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani memberikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, TNI, KBRI Kabul dan seluruh pihak yang terlibat dalam misi evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan.

"Keberhasilan misi evakuasi dapat terlaksana atas kerja keras, kerja sama serta respon cepat dari kementerian dan lembaga serta berbagai perwakilan RI di luar negeri," ujar Christina dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (21/8/2021).

Namun Politisi Partai Golkar itu berpendapat, Indonesia perlu untuk memantau dan menunggu perkembangan lebih lanjut terkait dengan proses peralihan kepemimpinan yang terjadi di Afghanistan sebelum dapat menentukan sikap lebih lanjut.

Baca Juga: Bamsoet: Kajian Pokok-Pokok Haluan Negara Ditargetkan Tuntas Awal 2022

"Informasi yang kami terima bahwa political presence (misi diplomatik) melalui KBRI Kabul yang sementara dilakukan dari Islamabad, Pakistan akan tetap berjalan sambil terus memantau perkembangan situasi di Afganistan," jelasnya.

Seperti diketahui, Kelompok Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan Afganistan sejak Minggu, 15 Agustus 2021 lalu. Penguasaan Taliban terhadap Afganistan pun kemudian membuat banyak pihak khawatir dengan kondisi keamanan di negara tersebut.

Pemerintah Indonesia berharap ketegangan politik berujung konflik bersenjata di Afghanistan segera berakhir. Pemerintah terus menyerukan perdamaian agar stabilitas politik bisa terwujud di negara berjuluk Graveyard of Empires (Kuburan para Kerajaan) itu dengan hadirnya pemerintahan yang disokong oleh seluruh rakyat.

Baca Juga: Front Kerakyatan: Baliho Airlangga Memotivasi Rakyat Indonesia Untuk Gotong Royong

"Indonesia terus berharap agar perdamaian dan stabilitas dapat tercipta di Afghanistan," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyambut kedatangan WNI dari Afghanistan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Sabtu (21/8/2021) dinihari.

Menlu Retno juga menyampaikan, Pemerintah RI berharap elite politik di Afghanistan membuka diri dalam praktik politik yang terbuka sehingga terjadi dialog konstruktif antar kelompok kepentingan. Sebab, menurutnya, perdamaian di Afghanistan merupakan cita-cita semua pihak.

"Indonesia terus berharap proses politik yang inklusif masih memiliki peluang untuk dilakukan demi kebaikan rakyat Afganistan," katanya.

Baca Juga: Wacana Perpanjang Jabatan Presiden Hingga 2027, Mahyudin: Kalau Alasannya Pandemi Tak Signifikan

Pada tanggal 20 Agustus dini hari, tim evakuasi memperoleh informasi izin landing terbaru di Bandara Hamid Karzai, Kabul telah diperoleh. Tim evakuasi langsung melakukan persiapan.

Pesawat TNI AU berangkat dari Islamabad menuju Kabul pada pukul 04.10 dan tiba di Kabul 05.17 waktu setempat. Namun, pesawat sempat tertahan di bandara Kabul selama 2 jam akibat dinamika ketegangan yang terus memburuk. {akurat}

fokus berita : #Christina Aryani