15 September 2021

Ribuan WNA Positif COVID-19 Masuk RI, Bobby Rizaldi Minta Pintu Masuk Darat dan Laut Diperketat

Berita Golkar - Ribuan pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota Komisi I DPR RI Bobby Rizaldi meminta pemerintah perketat pintu masuk lain yang melalui laut maupun darat.

"Yang perlu ditingkatkan adalah pengawasan pintu-pintu masuk lain seperti pelabuhan, atau lintas batas darat," katanya lewat pesan singkat, Rabu (15/9).

Di sisi lain, politisi Golkar ini turut mengapresiasi soal pengawasan bagi para traveler yang hendak ke Indonesia. Sebab, mampu mendeteksi dengan detail meski mereka sudah bawa surat bebas Covid.

Baca Juga: Di Bawah Taufan Pawe, Golkar Sulsel Kerja Ekstra Keras Tingkatkan Elektabilitas Airlangga

"Artinya instrumen pengawasan berfungsi baik, mampu deteksi yang bohong dengan protokol masuk seperti karantina," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah sudah memperbaharui aturan mengenai kedatangan pelaku perjalanan ke Indonesia. Hal itu tertuang dalam instruksi Menko Maritim dan Investasi.

"Dan persyaratan masuk ke Indonesia sudah diperbarui seperti wajib vaksin, PCR 3x dan karantina. Ini sudah baik. Ada instruksi Menkomarves 14 September kemarin itu," pungkasnya.

Kementerian Kesehatan mencatat pada periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 7.179 pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2 persen di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga: Menko Airlangga: 19 KEK Di Indonesia Beri Kemudahan Fasilitas Fiskal Bagi Badan dan Pelaku Usaha

Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di pintu masuk kedatangan Indonesia. Padahal mereka membawa surat bebas Covid-19 dari negara asalnya.

"Periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 2 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19, dari jumlah total kedatangan 7.179 orang," kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis yang dikutip merdeka.com, Selasa (14/9).

Dari total pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat tiba di Indonesia, paling banyak berasal dari lima negara. Yakni Arab Saudi, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Baca Juga: Meutya Hafid Ungkap Tingkat Digitalisasi dan Inovasi Indonesia Paling Rendah di Negara-Negara ASEAN

Sementara itu, data pada periode 1 sampai 31 Agustus 2021, sebanyak 4,5 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19 dari jumlah total kedatangan 36.722 orang. Mereka juga membawa serta surat negatif Covid-19 dari negara asalnya.

Nadia menyebut, lima negara asal yang mencatat data pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi saat tiba di Tanah Air pada periode tersebut adalah Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Jepang.

Dia menambahkan bahwa 65 persen dari pelaku perjalanan internasional belum mendapatkan vaksinasi saat masuk Indonesia, khususnya di Provinsi Jakarta. Karena itu, Nadia mengimbau pelaku perjalanan internasional baik WNA maupun WNI agar dapat divaksinasi terlebih dahulu di negara asal keberangkatannya.

Baca Juga: Azis Syamsuddin Menghilang Sepekan, Adies Kadir: Jalani Isolasi Mandiri Karena COVID-19

"Untuk itu kami mengimbau agar pintu-pintu masuk ke Republik Indonesia seperti bandar udara, pelabuhan laut internasional untuk terus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional," ucap Nadia. {merdeka}

fokus berita : #Bobby Rizaldi