23 November 2021

2 Kursi Golkar di DPRD Sulut Kosong, Konstituen James Arthur Kojongian dan Winsulangi Salindeho Dirugikan

Berita Golkar - Kekosongan kursi Partai Golkar di DPRD Sulut yang sudah berlarut-larut harus segera di isi. Dua kursi Wakil Rakyat Fraksi Golkar di DPRD kosong tersebut ditinggal sosok James Arthur Kojongian (JAK) dan Winsulangi Salindeho.

JAK sudah dipecat DPRD sejak 16 Februari 2021. Akibat dipecat terjadi kekosongan posisi Wakil Ketua DPRD Sulut sekitar 8 bulan lamanya. Sementara kursi miliki politisi Winsulangi Salindeho kosong karena sudah tutup usia.

Harusnya ada 7 wakil rakyat dari partai berlambang beringin ini di DPRD Sulut, namun tinggal 5 yang aktif bekerja. Menanggapi hal ini, Pengamat Politik Sulut Jefry Paat menyebut masalah PAW di tubuh partai berlambang beringin ini sudah berlarut-larut.

Baca Juga: Blak-Blakan, Muhammad Fauzi Ungkap Kriteria Utama Cawapres Airlangga Hartarto

"Masalahnya hanya ada 2 hal. Pertama mekanisme proses surat menyurat yang lama. Kedua secara internal biasanya mereka terlalu lama membahas siapa pengganti keduanya, bahkan sampai iris mengiris," beber Paat kepada Tribun Manado.

Menurutnya, dua hal inilah yang selalu menghambat mekanisme proses PAW yang tanpa mereka dan pengurus partai Golkar sadari sudah menimbulkan kerugian terhadap konstituen yang tidak terwakili.

"Mereka tidak menyadari kerugian itu, mereka merasa bahwa ini kan tidak bersentuhan langsung pribadi dengan pribadi khususnya anggota dewan. Yang akibatnya proses pengurusannya agak terhambat," jelas Paat.

Baca Juga: Disebut Anggota DPR Rasa Satpol PP Oleh Mahasiswa Purwakarta, Ini Sosok Dedi Mulyadi

Kata dia, proses PAW seperti ini tidak harus menimbulkan permasalahan. Padahal aturannya sudah jelas, mulai dari proses putusan partai, hingga mengusulkan ke MP3. "Prosesnya sebenarnya sudah jelas persoalannya kenapa sehingga proses itu selalu terhambat dan terhambatnya dimana," ujar Paat

Untuk itu, harus segera dipercepat pengisian kekosongan kursi tersebut. Harus dipertanyakan ke Sekwan, karena secara administrasi Sekwan yang mengatur semua, karena administrasinya dari Sekwan. "Kalau siapa yang memutuskan menggantikan untuk mengisi kursi, itu keputusan partai," tandas Paat. {tribunnews}

fokus berita : #James Arthur Kojongian #Winsulangi Salindeho