03 Januari 2022

Survei PSI: Elektabilitas Golkar Salip Gerindra di Peringkat 2 Dengan 12,4 Persen

Berita Golkar - Panel Survei Indonesia (PSI) melakukan sigi mengenai elektabilitas atau tingkat keterpilihan partai politik. Hasil survei menunjukkan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) termasuk partai yang tidak akan lolos Senayan karena perolehan suaranya tak mampu menyentuh 4 persen ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

"Partai-partai yang diprediksi tidak akan lolos ke Senayan diantaranya PSI (dengan) meraih elektabilitas 1,3 persen," kata Direktur Eksekutif Panel Survei Indonesia, Andri Gunawan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin (3/1/2021).

Rendahnya preferensi politik masyarakat terhadap Partai Solidaritas Indonesia yang pada Pemilu 2019 memperoleh 1,89 persen suara nasional tergambar dari survei Panel Survei Indonesia yang dilakukan pada 14 sampai dengan 29 Desember 2021.

Baca Juga: Pinto Jayanegara Salurkan Bantuan Rp.390 Juta Untuk Masjid dan Ponpes di Merangin dan Sarolangun

Andri menjelaskan survei dilakukan dengan mengambil representasi sampel 1.820 responden, pengambilan sampel menggunakan teknik multistage random sampling atau pengambilan sampel bertingkat di 34 provinsi, pengukuran kesalahan atau sampling error 2,3 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain PSI yang kini dipimpin Giring Ganesha, eks vokalis band Nidji, survei memotret enam parpol lama juga tidak akan memiliki kursi di DPR RI. Yakni Perindo dengan elektabilitas 1,3 persen, Hanura 1,1 persen, Partai Bulan Bintang (PBB) 0,9 persen, Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) 0,8 persen, Berkarya 0,8 persen, kemudian Partai Garuda dengan elektabilitas 0,8 persen.

"Partai politik baru dan yang saat ini sedang membentuk kepengurusan untuk ikut serta dalam Pemilu 2024 hanya Partai Prima yang menjadi preferensi publik dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen. Yang lainnya, Partai Gelora 0,7 persen, Partai Ummat 0,2 persen dan sisa yang belum memilih sebanyak 18,9 persen," tutur Andri.

Baca Juga: Sari Yuliati Bersyukur Aspirasinya Agar Santri Direkrut Jadi Polisi Didengar Kapolri

Tiga parpol papan atas tidak berubah. Elektabilitas tertinggi ditempati PDIP dengan 12,7 persen disusul Golkar 12,4 persen, dan Gerindra 11,9 persen.

Hasil berbeda dari Pemilu lalu, jika Pemilu diadakan saat survei dilakukan, Golkar bertukar posisi dengan Gerindra sementara Demokrat menggeser PKB dan Nasdem dengan persentase dukungan sebesar 8,9 persen.

Diketahui, pada Pemilu 2019, Golkar menempati urutan tiga parpol pemenang pemilu dengan perolehan suara nasional 12,31 persen, adapun Gerindra juara dua dengan 12,57 persen. Sementara Demokrat memperoleh 7,77 persen atau kalah dari PKB yang perolehan suara 9,69 persen dan Nasdem 9,05 persen.

Baca Juga: Sukses 10 Tahun Pimpin Tangsel, Nama Airin Rachmi Diany Diperhitungkan di Pilkada DKI Jakarta 2024

"Demokrat menjadi parpol di luar pemerintahan yang memiliki peningkatan elektabilitas yang sangat signifikan dibandingkan hasil Pemilu 2019," kata Andri.

"Sementara papan tengah PKB dengan elektabilitas 7,1 persen, Nasdem 6,8 persen, kemudian disusul partai-partai Islam lainya yaitu PKS 6,1 persen, PAN 3,3 persen, dan PPP 2,6 persen," demikian kata Andi Gunawan. {akurat}

fokus berita : #Andri Gunawan