16 Januari 2022

Menko Luhut Prediksi Puncak Omicron di Indonesia Bakal Terjadi di Februari-Maret 2022

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah memperkirakan penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia akan mencapai puncaknya pada pertengahan Februari atau awal Maret 2022.

"Puncak gelombang Omicron diperkirakan terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret ini," ujar Luhut dalam konferensi pers daring, Ahad, 16 Januari 2022.

Perkiraan pemerintah ini berdasarkan hasil pengamatan pengalaman negara lain, varian Omicron mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 35-65 hari. Kasus Omicron di Indonesia pertama kali teridentifikasi pada medio Desember 2021.

Baca Juga: Saniatul Lativa Hadirkan 11 Balai Latihan Kerja Untuk Tingkatkan Kompetensi SDM Jambi

Koordinator PPKM Jawa-Bali itu mengatakan, pemerintah akan menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar puncak kasus Omicron di Indonesia lebih landai dibandingkan dengan negara lain, sehingga tidak membebani sistem kesehatan.

"Berbagai langkah yang dilakukan adalah penegakan protokol kesehatan dan akselerasi vaksinasi. Pengetatan mobilitas masyarakat adalah opsi terakhir yang akan kami ambil," ujar Luhut.

Ia menyebut pemerintah sudah menyiapkan sistem kesehatan untuk mengantisipasi gelombang Omicron, mulai dari obat-obatan, tenaga kesehatan, oksigen, hingga isolasi terpusat. Ia yakin kasus tidak akan meningkat setinggi negara lain, jika semua masyarakat disiplin.

Baca Juga: Melchias Mekeng: Yang Kritik Jangan Dibumihanguskan, Lama-Lama Golkar Kosong Enggak Ada Orangnya

Per 15 Januari 2022, kasus konfirmasi varian Omicron mencapai 748 kasus. Sebagian besar kasus Omicron di Indonesia adalah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Secara kumulatif kasus PPLN paling banyak berasal dari Turki, Amerika Serikat, Malaysia, dan Uni Emirat Arab. {nasional.tempo}

fokus berita : #Luhut Binsar Pandjaitan