28 Juni 2018

Firmandez Desak Pemerintah Legitimasi Rimba Raya Jadi Monumen Perjuangan Nasional

Berita Golkar - Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, Firmandez, meminta pemerintah pusat melegitimasi keberadaan tugu radio rimba raya sebagai salah satu monumen perjuangan nasional. Pasalnya, saat-saat Republik Indonesia berada dalam titik nadir, siaran radio Rimba Raya mampu mematahkan klaim Belanda terhadap penguasaan kembali Indonesia. Upaya Belanda melanjutkan kolonialis di nusantara pun gagal.

“Belanda mengklaim Indonesia sudah dikuasai kembali sepenuhnya setelah agresi kedua. Memang saat itu semua wilayah Indonesia sudah diduduki kembali oleh Belanda, kecuali Aceh. Radio Rimba Raya mengudara mengabarkan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada, sehingga kliam Belanda bisa dipatahkan,” ungkap anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Aceh 2.

Karena itu, lanjutFirmandez, keberadaan tugu Radio Rimba Raya harus diperjuangkan menjadi salah satu monumen perjuangan nasional. “Kalau tak ada siaran Radio Rimba Raya, klaim Belanda pada 19 Desember 1948 itu tidak bisa dibantah. Ini juga salah satu faktor yang membuat Soekarno menyatakan Aceh sebagai daerah modal, selain berbagai faktor sejarah lainnya,” lanjut Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Partai Golkar tersebut.

Selain itu kata H Firmandez, untuk mendapatkan legitimasi tersebut, dirinya sebagai anggota DPR RI asal Aceh dan sebagai putra daerah Gayo, akan memperjuangkan hal itu bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat, terutama masyarakat Bener Meriah.

“Ini salah salah satu fragmen sejarah besar bangsa Indonesia, jadi harus ada legitimasinya dari Pemerintah Pusat, harus dicatat dalam lembaran negara, termasuk orang-orang yang terlibat dalam pengadaan dan operasi radio Rimba Raya tersebut,” tegas H Firmandez. Untuk tujuan itu, kata Firmandez, ia akan menghadiri seminar tentang Radio Rimba Raya yang akan digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah pada 4 Juni 2018.

Seminar Radio Rimba Raya ini juga akan akan menghadirkan beberapa pembicara nasional seperti Menteri Pertahanan RI Jendral ( Purn ) Ryamizard Ryacudu, Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia M Rohanuddin, serta dari Legiun Veteran Provinsi Aceh Kol. ( Purn) H M Djafar Karim.

“Kita berharap nanti hasil seminar ada rekomendasi yang akan disampaikan ke pada pemerintah, baik pemerintah Aceh maupun pemerintah Pusat terkait dengan upaya untuk memperoleh legitimasi tugu Radio Rimba Raya sebagai salah satu monumen perjuangan nasional,” pungkas Firmandez. [kontributor Aceh]

fokus berita : #Firmandez