13 April 2019

Berita Golkar - Sabtu (13/4/2019) pukul 13.30 WIB, di Resto Bumbu Desa, Cikini, Garda Panca Bhakti menyelenggarakan diskusi bertema "Arah Politik Partai Golkar Pasca Pilpres 2019". Hadir sebagai narasaumber: Wakil Direktur Lembaga Kajian Hukum dan Demokrasi; Syamsu Rizal, Aktivis Generasi Muda Partai Golkar (GMPG); Mirwan B.Z. Vauly, Aktivis Praja Muda Beringin (PMB); Khalid Zabidi dan Pengamat Politik yang juga Koordinator Petisi 28; Haris Rusli

Dalam diskusi para kader muda Golkar mengungkapkan keprihatinan terkait peran dan posisi Golkar dalam dinamika politik nasional yang berkembang. “Di masa Ketua Umum DPP Setya Novanto, Golkar mulai menari diatas genderang kekuasaan. Hari ini Golkar bukan lagi menari melainkan menjilat kekuasaan sehingga kami memandang Golkar kehilangan marwahnya dan tidak lagi mejadi penentu arah politik nasional” ujar Syamsu Rizal

Baca juga: Bahas Arah Politik Golkar Pasca Pilpres, Garda Panca Bhakti Gelar Diskusi

Pernyataan serupa disampaikan Mirwan B.Z. Vauly “Golkar hanya menjadi penonton, watching the movies ditengah panggung politik yang paling menarik 5 tahunan, yang manggung hanya PDIP dan Gerindra dan mendapat keuntngan electoral”.

Merujuk sejarah berdirinya, Haris Rusli Moti menganggap Golkar harus kembali kepada nilai dasar berdirinya. Golkar dianggap partai yang mampu mengatasi dan bertransformasi dalam setiap dinamika politik yang terjadi. Golkar adalah Indonesia mini yang berisikan beragam kelompok kecuali komunisme karena kelahiran Golkar adalah antitesa komunisme.

Sementra Khalid Zabidi berharap Golkar bisa berperan besar pada situasi politik bangsa yang sedang dilanda pengkutuban ideologi dan politik identitas sesama anak bangsa, Golkar harus menjadi penengah dan penyeimbang dengan nilai-nilai ideologi Golkar yang berangkat dari Pancasila. "Sehingga suhu politik yang makin panas ini bisa cepat mereda dan adem kembali." pungkas Khalid. [kontributor Jakarta]

fokus berita : #Syamsu Rizal #Mirwan BZ Vauly #Khalid Zabidi


Kategori Berita Golkar Lainnya