Berita Golkar – Fraksi Partai Golkar MPR RI periode 2024–2029 diisi sejumlah figur dengan perjalanan politik yang panjang. Di balik struktur kepemimpinan fraksi, terdapat pengalaman yang terbentuk melalui jalur berbeda, mulai dari dunia profesional dan keuangan, kaderisasi organisasi kepemudaan, hingga perjalanan politik dari tingkat daerah sebelum mencapai parlemen nasional.
Tiga nama yang menempati posisi strategis dalam struktur tersebut adalah Melchias Markus Mekeng sebagai Ketua Fraksi, Ferdiansyah sebagai Sekretaris, dan Adde Rosi Khoerunnisa sebagai Bendahara.
Ketiganya memiliki rekam jejak masing-masing di dunia politik dan organisasi, sekaligus pengalaman panjang di parlemen. Berikut perjalanan ketiganya hingga dipercaya mengemban posisi penting di Fraksi Partai Golkar MPR RI.
Melchias Markus Mekeng
Perjalanan Melchias Markus Mekeng menuju posisi Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI berawal dari dunia profesional. Lahir di Jakarta pada 8 Desember 1963, Mekeng menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Regina Pacis, Bogor, sebelum melanjutkan pendidikan ke De La Salle University Manila, Filipina, dan meraih gelar Manajemen Keuangan pada 1987.
Ia kemudian memperdalam bidang hukum bisnis melalui pendidikan pascasarjana di Universitas Padjadjaran pada 2015. Sebelum terjun ke politik, Mekeng membangun karier di sektor keuangan dan pasar modal, antara lain di Bank Duta dan sejumlah perusahaan hingga dipercaya menjadi Direktur Utama PT Mesana Investama Utama.
Pengalaman profesional tersebut kemudian menjadi bekal ketika Mekeng memasuki dunia politik. Pada 1999, ia dipercaya menjadi anggota MPR RI dari Fraksi Utusan Daerah Nusa Tenggara Timur untuk periode 1999–2004. Memasuki Pemilu 2004, Mekeng bergabung dengan Partai Golkar dan terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil NTT I.
Sejak saat itu, ia terus mempertahankan kursinya di parlemen hingga periode 2024–2029. Di DPR, Mekeng pernah menempati sejumlah posisi strategis, termasuk Ketua Badan Anggaran DPR RI pada 2010–2012, memimpin Komisi XI DPR RI pada 2016–2019, serta menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI pada 2018–2019. Di internal partai, ia juga pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan struktural.
Rangkaian pengalaman tersebut akhirnya membawa Mekeng ke pucuk struktur Fraksi Partai Golkar MPR RI. Pada periode 2024–2029, ia dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI sekaligus Ketua Badan Penganggaran MPR RI.
Dalam kapasitas tersebut, pengalaman panjangnya di bidang keuangan dan parlemen kembali terlihat ketika ia aktif membawa isu pembiayaan pembangunan, termasuk pembahasan RUU tentang Obligasi Daerah. Dari sektor profesional, MPR Utusan Daerah, DPR RI hingga memimpin fraksi di MPR, perjalanan Mekeng memperlihatkan kesinambungan karier yang dibangun selama puluhan tahun.
Ferdiansyah
Jika Mekeng berangkat dari dunia keuangan sebelum masuk ke politik, Ferdiansyah membangun fondasinya melalui organisasi kepemudaan dan kaderisasi. Lahir di Jakarta pada 24 Agustus 1965 dari keluarga TNI, Ferdiansyah menempuh pendidikan di Jakarta hingga meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana pada 1989.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Universitas Persada Indonesia YAI pada 1997. Sejak muda, ia telah aktif di FKPPI dan sejumlah organisasi kepemudaan, termasuk KAPPIJA-21, AMPI, dan KNPI.
Pengalaman organisasi itu berjalan beriringan dengan karier profesionalnya. Ferdiansyah sempat bekerja di sejumlah perusahaan dan menjalani profesi sebagai dosen sebelum semakin fokus pada aktivitas organisasi dan politik. Ia pernah menjadi Ketua Pengurus Pusat GM FKPPI, Wakil Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Ketua DPP AMPI, serta Ketua DPP KNPI.
Dari jalur kaderisasi tersebut, langkahnya kemudian berlanjut ke parlemen. Ferdiansyah pertama kali terpilih sebagai anggota DPR RI pada 1999 dan setelah itu kembali terpilih dalam Pemilu 2004, 2009, 2014, 2019, hingga 2024 dari Dapil Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.
Enam periode di DPR RI membuat Ferdiansyah memiliki pengalaman panjang dalam isu pendidikan, kebudayaan, kepemudaan, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif, terutama melalui Komisi X.
Ia juga terlibat dalam berbagai Panitia Kerja serta pembahasan sejumlah rancangan undang-undang. Pengalaman panjang tersebut kemudian berlanjut di MPR. Pada periode 2024–2029, Ferdiansyah kembali dipercaya sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar MPR RI, mendampingi Mekeng sebagai ketua dan Adde Rosi Khoerunnisa sebagai bendahara.
Adde Rosi Khoerunnisa
Berbeda dari dua rekannya yang lebih dulu membangun karier panjang di parlemen nasional, Adde Rosi Khoerunnisa menapaki jenjang politik dari tingkat daerah. Lahir di Sumedang, Jawa Barat, pada 30 Oktober 1983, Adde Rosi sejak muda telah aktif dalam kegiatan kepemudaan dan organisasi.
Salah satu pengalaman yang turut membentuk dirinya adalah ketika terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera pada peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun 2000 di Bandung. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut dengan keterlibatannya dalam organisasi Purna Paskibra Provinsi Banten.
Di luar itu, Adde Rosi juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, termasuk KONI, PMI, HIMPAUDI, P2TP2A, serta sejumlah organisasi perempuan di Banten.
Keterlibatan dalam organisasi kemudian membawanya semakin dekat dengan Partai Golkar. Pada 2010, Adde Rosi tercatat sebagai Wakil Ketua DPD II Partai Golkar Kota Serang dan aktif dalam Kesatuan Perempuan Partai Golkar. Kiprah politik elektoralnya dimulai pada Pemilu 2009 ketika ia terpilih sebagai anggota sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kota Serang periode 2009–2014.
Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke DPRD Provinsi Banten dan dipercaya menjadi Sekretaris Komisi V sebelum kemudian menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten hingga 2019.
Dari parlemen daerah, langkah Adde Rosi berlanjut ke tingkat nasional. Pada Pemilu 2019, ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Dapil Banten I yang meliputi Kabupaten Lebak dan Pandeglang dengan perolehan 72.641 suara. Di DPR RI, ia ditempatkan di Komisi III dan aktif pada isu hukum, HAM, keamanan, serta perlindungan perempuan dan anak.
Kiprahnya berlanjut pada Pemilu 2024 ketika kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil yang sama dengan 61.848 suara. Pengalaman di organisasi, legislatif daerah, DPR RI, dan struktur Partai Golkar itu kemudian mengantarkan Adde Rosi ke posisi strategis di MPR RI sebagai Bendahara Fraksi Partai Golkar MPR RI periode 2024–2029.
Ketiga figur tersebut kini berada dalam satu struktur Fraksi Partai Golkar MPR RI dengan pengalaman yang saling melengkapi. Mekeng membawa pengalaman panjang di bidang keuangan dan parlemen, Ferdiansyah memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kepemudaan dan enam periode sebagai anggota DPR RI, sementara Adde Rosi menempuh jenjang dari organisasi dan legislatif daerah hingga parlemen nasional.
Perjalanan berbeda tersebut bermuara pada satu struktur, dengan Mekeng sebagai Ketua Fraksi, Ferdiansyah sebagai Sekretaris, dan Adde Rosi sebagai Bendahara Fraksi Partai Golkar MPR RI periode 2024–2029.







